Artikel (38)

Keywords: tabanan

Air Terjun Pangkung Sakti, Mutiara di Tepi Balean (Bertingkat dan Tertinggi di Kabupaten Tabanan)

image

TABANAN--Sebelumnya saya belum pernah ke lokasi air terjun (singsing) Pangkung Sakti Samsaman, teman-teman menyebut air terjun ini lumayan indah, bertingkat, tingginya mencapai 80 meter. Lokasinya berada di tepi Sungai/Tukad Balean, masih termasuk wilayah Desa Pakraman Samsaman, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali.

selengkapnya...

Tue, 2 Oct 2018 @19:45

Apresiasi Monolog Putu Wijaya di Tabanan

image

Monolog adalah seni drama atau pementasan peran yang dilakukan oleh satu pemain atau sendirian. Walau apa yang diucapkan oleh pemain tidak ditujukan kepada orang lain tetapi materi, topik dan metode komunikasi dalam seni drama ini bisa menjadi pengingat atau membawa pesan moral bagi orang lain. Ibaratnya seperti jaman now, ketika satu orang membuat status di media sosial, tetapi 12345 orang ikut terbawa perasaan (baper).

selengkapnya...

Mon, 25 Dec 2017 @08:54

Selemadeg Barat-Pupuan Catatan Geriliya Para Pejuang

image

Setelah diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 Jakarta, semangat perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan terus berkobar di berbagai penjuru tanah air, tidak terkecuali di Bali.

selengkapnya...

Mon, 20 Nov 2017 @23:59

Sandikala Kalating

image

Sandikala Kalating, saat matahari belum sempurna tenggelam di ufuk barat, langit pantai Kelating nampak indah dengan kilau awan memancarkan rona jingga. Saat yang sama, puluhan orang berdiri diatas pasir menunggu debur ombak untuk menjemput puluhan anak penyu (tukik) menuju dunia alaminya di samudra selatan Pulau Dewata.

selengkapnya...

Sun, 5 Nov 2017 @09:28

Megandu Permainan Asli dari Kabupaten Tabanan Bali (Megandu, Permainan Tradisional dari Tanah Ole-Catatan Festival ke Uma 2017)

image

DI atas tanah lapang petak sawah kering berlantai jerami, dari kejauhan saya melihat puluhan anak-anak putra dan putri sedang berkerumun membentuk lingkaran. Di bagian lain ada seorang bapak berdiri sambil memberi aba-aba.

Beberapa menit kemudian mulai terdengar riuh anak-anak. Mereka bersorak sorai bergembira sambil bergerak cepat melangkah ke kiri dan ke kanan. Ada juga yang bergerak ke tengah lingkaran lalu merunduk cepat mengambil sesuatu berbentuk bola-bola. Pada waktu yang sama sebagian anak-anak nampak maju mundur seperti gerakan menghindar ketika didekati oleh seorang anak yang bergerak di tengah lingkaran. Anak yang di tengah lingkaran memegang tali panjang yang pangkalnya diikatkan di sebatang patok kayu.

selengkapnya...

Thu, 29 Jun 2017 @17:04

Punglor & Mistis Spiritual di Batas Wallacea

image

Di sebuah desa di Tabanan Kauh Bali, seorang petani Kopi sibuk bekerja di kebun merabas rumput karena rumput di kebunnya sudah tinggi melebihi lutut. Seperti biasa petani kopi harus melakukan pemangkasan rumput rata-rata 3 kali dalam setahun agar produksi kopi bisa optimal.

selengkapnya...

Wed, 11 Jan 2017 @20:42

Tiying Tabah

image

Di dunia ada 1.600 jenis bambu dan 10 persennya tumbuh di Indonesia, 40 jenis bambu ditemukan tumbuh di Bali, salah satunya adalah “Bambu Tabah” (Tiying Tabah), ujar peneliti bambu dari Universitas Udayana ibu Pande Ketut Diah Kencana.

selengkapnya...

Tue, 16 Aug 2016 @11:17

The Story of Coffee from Tabanan Bali -''Wedang Kopi''

image

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan banyak orang, tapi banyak pula yang belum paham tentang Kopi, khususnya jenis kopi Rubusta. Saya tertarik merenunginya bersama komunitas petani kopi di desa yang ada di kawasan lingkar Pura Luhur Pucak Batu Gaing di Tabanan Kauhan, Pupuan Bali.

selengkapnya...

Sat, 2 Jan 2016 @17:22

Profil dan Sejarah Desa Belatungan Tabanan

image

Secara administratif Desa Belatungan berada di wilayak Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Desa Belatungan terletak kurang lebih 20 Km ke arah barat-selatan dari Kota Kecamatan Pupuan atau waktu tempuh dengan kendaraan lebih kurang 35 menit. Untuk menuju Desa Belatungan bisa juga ditempuh dari arah selatan, tepatnya melalui Desa Surabrata (yang berada di Jalur Denpasar-Gilimanuk) ke utara kurang lebih 17 Km, seharah menuju jalur utama Pura Luhur Pucak Bukit Rangda.

Sejarah Desa Belatungan, menurut beberapa sumber dan tokoh-tokoh masyarakat yang bisa dipercaya awal mula Desa Belatungan berupa hutan belantara. Sekitar tahun 1917 di Kabupaten Tabanan terjadi kemarau panjang sehingga banyak penduduk kelaparan. Banyak penduduk Tabanan saat itu mencari sumber kehidupan baru salah satunya Desa Samsam (Kec. Kerambitan Tabanan).

selengkapnya...

Sun, 28 Jun 2015 @22:31

Resensi Buku: Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer

image



RESENSI BUKU


 


IDENTITAS BUKU


Judul Buku      : Sastra Sinetron Dalam Idiologi Budaya Populer


Penulis             : Dr. I Nyoman Suaka, M.Si


Editor              : Jiwa Atmaja


Penerbit           : Udayana University Press


Cetakan           : I. 2013


Tebal               : x + 274 halaman, 15 x23 cm


ISBN               : 978-602-7776-31-9


 


ULASAN BUKU


PENULIS


I Nyoman Suaka, lahir di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan Bali, 31 Desember 1962. Alumnus Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Udayana tahun 1986 ini, setelah tamat diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VIII Denpasar dipekerjakan di IKIP Saraswati Tabanan. Menyelesaikan S2 dan S3 pada Pascasarjana Kajian Budaya, Universitas Udayana. Pada tahun 2010 diangkat menjadi Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sampai sekarang.


 


PENDAHULUAN


Buku “Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer” oleh penulis disarikan dari desertasi untuk memperoleh gelar doktor pada program Pascasarjana (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana Denpasar. Buku ini mengulas “Representasi Budaya Populer dalam Sinema Elektronika (Sinetron) Sitti Nurbaya pada Tayangan TVRI dan Trans TV”. Buku ini menarik dan penting untuk dibaca khususnya bagi pekerja media dan akademisi. Buku ini mewakili dan melanjutkan fungsi media khususnya televisi dalam hal fungsi pendidikan, informasi, hiburan, kontrol sosial dan fungsi ekonomi maupun budaya.


Ditengah keluhan sebagian orang bahwa siaran televisi (sinetron) banyak yang kurang sehat dan mendidik karena isi dan penggabaran cerita sering kali berbeda dengan realitas budaya masyarakat di Indonesia. Melalui buku ini, menulis justru tampil sebagai sosok pemirsa televisi yang kritis, cerdas, bijak dan bertanggungjawab terhadap isi siaran. Siaran televisi (sinetron) tidak selalu ditempatkan pada sisi negatif, tapi sebaliknya bisa menjadi obyek kajian budaya yang menantang dan mencerdaskan.


Melalui buku ini “budaya populer” di layar kaca tidak lagi terabaikan. Sebaliknya dapat menjadi obyek penelitian akademis yang sangat penting.


 


SINOPSIS


Pada era perkembangan teknologi informasi yang semakin maju,   karya sastra disebarluaskan melalui media massa. Karya sastra ditampilkan di koran, majalah dan media elektronik, seperti; radio, film, televisi dan internet. Hubungan antara karya sastra dengan media penyiaran (televisi) misalnya penting untuk dikaji karena media televisi sangat besar pengaruhnya terhadap keberadan karya sastra.


Dalam bab awal buku ini banyak diulas bagaimana adaptasi cerita Novel Sitti Nurbaya ke film dan sinetron. Bab berikutnya banyak diulas soal struktur teks audiovisual sinetron Sitti Nurbaya pada tayangan TVRI (1991) dan Trans TV (2005). Hal ini disebabkan bahwa sinetron Sitti Nurbaya tayangan TVRI dan Trans TV sama-sama merupakan teks audio visual yang diadaptasi dari novel Sitti Nurbaya karya pengarah Marah Rusli. Karena produksi dan tahun tayangan yang terpaut jauh, maka unsur penting sinetron seperti alur cerita, adegan, penokohan, latar dan sebagainya menjadi penting untuk dianalisis.


Dari buku ini kita akan memahami bagaimana sebuah industri penyiaran televisi dalam memproduksi film dari cerita novel yang sama di zaman yang berbeda sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan baik dari sisi kepentingan lembaga penyiaran maupun dari dari sisi orientasi pemirsanya. Perubahan waktu sepertinya mengharuskan lembaga penyiaran melakukan penyesuaian dengan tetap megacu pada alur cerita yang sama. Tayangan sinetron Siti Nurbaya di TVRI dan Trans TV pun sepertinya menampilkan sastra sinetron dalam idiologi budaya populer dijamannya.


Karya sastra pun tidak lagi berdiri sendiri, ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembagannya mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi dan  sebagainya. Perkembangan Sastra Sinetron di televisi pun akhirnya selalu beradaptasi dan dihadapkan pada   dinamika, etika dan estitika postmodern yang belakangan mulai menggenjala di dunia seni dan hiburan khususnya televisi.


Singkat kata, Idiologi budaya populer di dalam media televisi tidak bisa lepas dari pandangan hakikat kebudayaan itu sendiri yang bergantung pada konteks produksi dan distribusinya, disamping itu juga pada konteks konsumsi dan resepsinya.


Buku ini memiliki kelebihan karena menawarkan trobosan berpikir bagi pembaca khususnya kalangan orang tua dalam memahami dan mengkonsumsi siaran bagi anak dan keluarganya. Siaran televisi pun bukan hanya soal pandang dan dengar atau hiburan semata, siaran juga sebuah produk nilai yang dapat memberi manfaat untuk membangun kemartabatan budaya.


Namun harus diakui buku ini masih cukup sulit dipahami oleh orang biasa atau para awam di bidang penyiaran televisi atau film. Tapi sangat berguna sebagai refrensi dan inspirasi bagi banyak kalangan terutama akademisi untuk turut serta melakukan kajian akademis terkait minat, kebutuhan dan kenyamanan masyarakat terhadap tayangan televisi, juga dalam kebutuhan pendidikan dan pelatihan literasi media bagi generasi muda dan siswa di sekolah. (*)


 


__________________


Tabanan, 19 Juni 2015


Oleh,


Made Nurbawa


 

Mon, 22 Jun 2015 @23:29

''PARAB'' : NAMA JALAN PETA JALAN PENGETAHUAN

image

Ungkapan ''apalah artinya sebuah nama'' menurut saya memiliki makna kebalikannya, ternyata dalam realitas budaya dan adat nama memiliki banyak arti dan makna-mulai dari yang sederhana hingga yang tak sederhana, dimasa lalu, kini dan masa yang akan datang. ''Nama'' dalam kamus bahasa Bali-Indonesia disebut ''Parab'', ''Wasta'', atau ''Adan''.

selengkapnya...

Sat, 2 May 2015 @02:54

''DEBES''

image

Stadion Debes boleh dikatakan sebagai saksi generasi dan prestasi olahraga rakyat Tabanan Bali. Tidak banyak yang tahu, kapan percisnya stadion ini diresmikan. Dibangun akhir tahun 1970-an silam, ''Debes'' pun tampil sebagai ''Ikon'' olahraga Tabanan.

selengkapnya...

Mon, 13 Apr 2015 @21:47

JELIH SI MANIK GALIH

image

Seorang ibu berdecak kagum ketika melihat bulir padi menguning di areal sawah. ''Tumben tiang nepukin I dewa jelih buke kene'' (baru kali ini saya melihat padi yang padat berisi seperti ini-red),''ucap Men Aldi (Ibu Aldi) salah seorang sekaa manyi (kelompok panen padi) yang hendak panen di areal sawah, pada selasa pagi 23 des 2014.

selengkapnya...

Thu, 25 Dec 2014 @17:11

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

image

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

Berawal dari ajakan ''Mengenal Nasi'' dua tahun silam, hingga kini saya merasa mendapat banyak kesempatan mendengar cerita tentang budaya pertanian-Subak. Cerita nasi pun tidak sebatas pangan, tapi mengalir dalam kesadaran tatanan budaya dan mata rantai ekosistem.

selengkapnya...

Mon, 13 Oct 2014 @01:23

PAUMAHAN-PADUNUNGAN

image

Salah satu program pemerintah adalah menyediakan rumah bagi rakyat. Rumah adalah kebutuhan dasar bagi setiap orang. Pantas saja negara memiliki kementerian khusus untuk mengatur soal perumahan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

selengkapnya...

Fri, 3 Oct 2014 @07:18

DHARMA PEMACULAN

image

Pada musim tanam padi tahun ini, seorang petani hampir dua kali gagal menanam padi di sawah. Hal itu disebabkan karena bibit padinya hancur di rusak tikus di persemaian. Penyemaian bibit ketiga baru berhasil Ia tanam, itu pun penuh rasa was-was karena tidak menuntup kemungkinan padinya yang telah ditanam akan diserang tikus.

selengkapnya...

Thu, 2 Oct 2014 @15:55

''SIMANTRI BUMI'' GANGGANGAN

image

Masyarakat pertanian tradisional (Subak) di Bali, dalam mengolah lahan sawah masih banyak menggunakan hewan sapi atau kerbau untuk membajak (metekap). Sebelum melakukan penanaman bibit padi (bulih), ada beberapa tahap yang harus dilakukan petani dalam pengolahan tanah sawah yaitu berturut-turut: Nengala, Ngelampit, Mungkahin, dan Nangsahan. Setelah selesai nangsahin baru lahan siap ditanami bibit padi.

selengkapnya...

Wed, 24 Sep 2014 @23:32

RUNGU CATUR ANGGA

image

Menuju utara kami bergerak menyusuri kelok jalan. Pagi itu jalan masih sepi. Kabut di atas bukit pun belum beranjak pergi. Di ujung puncak kami berlahan lalu berhenti. Disambut indah hamparan, danau dan hijau pegunungan.

selengkapnya...

Tue, 23 Sep 2014 @01:05

TUNJUNG TUTUR SPIRIT ARSITEKTUR

image

Purnama Karo, Redite Umanis Menail-10 Agustus 2014, kami bertiga duduk berhadapan. Sesekali saya bersandar di sendi batu tiang utama bale bambu. Siang itu kopi terasa nikmat karena tegal kajanan pasraman senyap-bersuara tanpa suara. Semua anak-anak sudah pulang habis latihan tari Puspanjali.

selengkapnya...

Mon, 11 Aug 2014 @01:01

Parodi : Tanah Air

image

Bali, belakangan banyak orang gelisah ketika lahan sawah beralih fungsi menjadi perumahan. Hilangnya pemandangan yang indah, udara yang tak lagi sejuk, bekurangnya sumber pangan khususnya beras juga menurunnya sumber daya air. Berhubungan atau tidak, yang jelas di beberapa kompleks perumahan kini debit air mengecil dan berujung keluh bagi pelanggannya.

selengkapnya...

Tue, 27 May 2014 @09:48

Terhimpit Terjepit

image

Hari ini memanjakan diri dengan memanggil tukang pijit tradisonal. Saya hubungi nomor Hp. 081337777899, Ia pun bersedia datang.

Ia adalah Wayan Sujana (50 tahun) tukang pijit yang berdomisili rumah kontrakannya di bilangan jalan raya Denbantas (1,5 km ke utara dari rumah sakit umum Tabanan). Wayan Sujana, lahir dengan kemampuan lain (tuna netra) berasal dari Ababi Karangasem.

selengkapnya...

Sun, 13 Apr 2014 @13:54

Gema Pelangi di Ambara

image

Sejak lama kota Tabanan popular dengan sebutan Kota Pelangi. Belum diketahui sumber yang jelas, kapan dan siapa sesungguhnya pencetus awal sebutan kota pelangi tersebut.

Populernya sebutan kota pelangi tidak bisa lepas dari peran lembaga penyiaran radio yang ada di kota Tabanan saat itu. Masyarakat Tabanan pasti masih ingat sejak tahun 1970-an hingga 1980-an Kota PelangiTabanan kerap disebut-sebut oleh semua penyiar radio saat bersiaran-menyapa penggemar di kota hingga di pelosok desa.

selengkapnya...

Wed, 9 Apr 2014 @00:49

"Harta Karun" Itu Air

image

Di wilayah kabupaten Tabanan terdapat 74 buah sungai/pangkung yang bernama. Total panjang mencapai 719.88 Km dengan total daerah aliran mencapai 693,89 Km2 atau sekitar 82.674% dari 839,33 Km2 luas kabupaten Tabanan. Ada sekitar lima nama sungai dijadikan nama jalan di kota provinsi Bali-Denpasar. Yeh Ho memiliki daerah aliran (DAS) mencapai luasan 54.85 Km2- terbesar di Kabupaten Tabanan (RTRWK Tbn, 2012).

selengkapnya...

Tue, 18 Feb 2014 @09:05

Merajut Solusi "Wisnu Murti"

image

Polemik pembongkaran patung Wisnu Murti di Kediri Tananan sepertinya tak kunjung sepai. . Ada dua pandangan utama yang saling berhadapan yaitu : struktural dan kultural. Menurut saya keduanya memiliki kebenaran masing-masing. Secara struktural rencana ini menggunakan dana APBD 2013 yang sudah tentu melalui pembahasan dan penetapan wakil rakyat di DPRD-lalu di Perdakan. Secara logika administrasi dan kinerja pemerintah daerah (eksekutif) hal ini sah secara aturan.

selengkapnya...

Tue, 11 Feb 2014 @04:59

Menyapa Ujung Telaga Tunjung

image

Setelah lama tertunda, siang itu akhirnya sampai juga di ujung telaga. Telaga besar yang kini menyimpan banyak cerita dan legenda. Telaga itu adalah Bendungan Telaga Tunjung, monomen air buatan yang selesai dibangun tahun 2009 lalu di Desa Timpag Kerambitan Tabanan Bali.

selengkapnya...

Sun, 2 Feb 2014 @12:29

1 2 »

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?