Artikel (38)

Keywords: dan

Air Terjun Pangkung Sakti, Mutiara di Tepi Balean (Bertingkat dan Tertinggi di Kabupaten Tabanan)

image

TABANAN--Sebelumnya saya belum pernah ke lokasi air terjun (singsing) Pangkung Sakti Samsaman, teman-teman menyebut air terjun ini lumayan indah, bertingkat, tingginya mencapai 80 meter. Lokasinya berada di tepi Sungai/Tukad Balean, masih termasuk wilayah Desa Pakraman Samsaman, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali.

selengkapnya...

Tue, 2 Oct 2018 @19:45

Selemadeg Barat-Pupuan Catatan Geriliya Para Pejuang

image

Setelah diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 Jakarta, semangat perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan terus berkobar di berbagai penjuru tanah air, tidak terkecuali di Bali.

selengkapnya...

Mon, 20 Nov 2017 @23:59

Soroh, Metanding Menjadi Masyarakat Pribumi

image

Ditengah masyarakat Hindu di Bali kita kerap mendengar kata ''Soroh''. Ada dua urusan dimana kata soroh sering disebutkan yaitu:

Pertama, kata soroh digunakan saat umat Hindu melaksanakan upacara keagamaan dengan sarana bebantenan (sesaji). Misalnya membuat banten 1 soroh seperti banten pengambean 1 soroh, artinya banten pengambean tersebut terdiri taledan, raka-raka jangkep (tebu, bantal, tape, pisang, jajan, buah), sampian pengambean, dua tumpeng putih, tipat pengambean, kojong perangkad, dua tulung pengambean berisi nasi, kacang, saur, maulam ayam mepanggang.

selengkapnya...

Thu, 2 Nov 2017 @16:44

Sakit, Pesan Alam Cintai Tanaman dan Lingkungan

image

Setiap orang pasti pernah sakit, misalnya sakit mata (mata merah). Wabah sakit mata mudah menular ke orang-orang berbagai usia. Untuk mencegah dan mengobatinya anda bisa melakukan dengan cara dan bahan alami yaitu dengan menggunakan ''Bunga Bintang'' atau ''Dauh Kelor'' yang banyak tumbuh di halaman. Caranya membuatnya sangat mudah, yaitu :

Pertama, Cari 1 tangkai bunga Bintang yang sudah mekar. Kemudian ambil gelas, isi dengan air bersih (air biasa, bukan air dingin atau panas) sekitar 2 sendok makan. Rendam Bunga Bintang selama 1-2 menit di dalam gelas. Kemudian ambil kapas, celupkan kapas ke gelas lalu airnya teteskan ke mata. Mata akan terasa perih sekitar 15 detik setelah itu nyaman kembali. Lakukan 2 hari sekali. Disamping menyembuhkan sakit mata, tetesan air Bunga Bintang bisa membuat mata segar, cling dan mencegah katarak.

selengkapnya...

Wed, 25 Jan 2017 @20:58

Kulkul dan Suara Burung Gagak

image

Tung...tung ...tung.. begitulah suara kulkul atau kentongan yang biasa kita dengar dari bale banjar Pakraman atau Pura di Bali. Kulkul adalah semacam alat bunyi-bunyian yang terbuat kayu khusus. Bahan dan ukuran kulkul akan membedakan ''karakter'' suara saat di pukul.

selengkapnya...

Tue, 24 Jan 2017 @19:35

Ngidu di Bungut Paon

image

Di desa-desa di Bali kebiasaan ''ngidu'' di ''bungut paon'' kini semakin jarang dilakukan. Perubahan itu terjadi cukup cepat sejak munculnya kompor dengan bahan bakar Gas (Tabung LPG). Akibatnya alat/cara memasak masyarakat di desa banyak yang berubah. Awalnya menggunakan tungku kayu bakar lalu beralih menggunakan kompor gas. Sehingga tungku bukan lagi alat memasak utama, sehingga tempat ''ngidu'' otomatis tidak ada lagi.

selengkapnya...

Sat, 14 Jan 2017 @23:27

''Due''

image

Di Bali, lumrah bila ditempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya ''Due'', yaitu; sebutan yang cecara budaya dan keyakinan adalah bentuk penghormatan. ''Due'', dalam kamus Bahasa Bali-Indonesia berarti ''Milik''. Dengan sebutan lain, keyakinan seperti ini juga ada diberbagai komunitas nusantara/dunia.

selengkapnya...

Thu, 11 Feb 2016 @08:18

The Story of Coffee from Tabanan Bali -''Wedang Kopi''

image

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan banyak orang, tapi banyak pula yang belum paham tentang Kopi, khususnya jenis kopi Rubusta. Saya tertarik merenunginya bersama komunitas petani kopi di desa yang ada di kawasan lingkar Pura Luhur Pucak Batu Gaing di Tabanan Kauhan, Pupuan Bali.

selengkapnya...

Sat, 2 Jan 2016 @17:22

JALAN USAK DAN USAK ULIAN JALAN

image

Kemarin sore Pekak Renes main ke rumah. Tumben lumayan rapi, bercelana panjang berkemeja putih, mirib ala Jokowi.

Sambil ngopi Ia bercerita kangin kauh, mulai dari krisis ekonomi sampai urusan ''jalan benyah'' alias jalan usak.

Menurut Pekak Renes, ada dua hal yang harus kita sikapi bersama yaitu ''Jalan usak''dan ''Usak ulian jalan'', keduanya sama-sama serius,''terang Pekak Renes.

selengkapnya...

Mon, 5 Oct 2015 @23:43

Profil dan Sejarah Desa Belatungan Tabanan

image

Secara administratif Desa Belatungan berada di wilayak Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Desa Belatungan terletak kurang lebih 20 Km ke arah barat-selatan dari Kota Kecamatan Pupuan atau waktu tempuh dengan kendaraan lebih kurang 35 menit. Untuk menuju Desa Belatungan bisa juga ditempuh dari arah selatan, tepatnya melalui Desa Surabrata (yang berada di Jalur Denpasar-Gilimanuk) ke utara kurang lebih 17 Km, seharah menuju jalur utama Pura Luhur Pucak Bukit Rangda.

Sejarah Desa Belatungan, menurut beberapa sumber dan tokoh-tokoh masyarakat yang bisa dipercaya awal mula Desa Belatungan berupa hutan belantara. Sekitar tahun 1917 di Kabupaten Tabanan terjadi kemarau panjang sehingga banyak penduduk kelaparan. Banyak penduduk Tabanan saat itu mencari sumber kehidupan baru salah satunya Desa Samsam (Kec. Kerambitan Tabanan).

selengkapnya...

Sun, 28 Jun 2015 @22:31

Resensi Buku: Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer

image



RESENSI BUKU


 


IDENTITAS BUKU


Judul Buku      : Sastra Sinetron Dalam Idiologi Budaya Populer


Penulis             : Dr. I Nyoman Suaka, M.Si


Editor              : Jiwa Atmaja


Penerbit           : Udayana University Press


Cetakan           : I. 2013


Tebal               : x + 274 halaman, 15 x23 cm


ISBN               : 978-602-7776-31-9


 


ULASAN BUKU


PENULIS


I Nyoman Suaka, lahir di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan Bali, 31 Desember 1962. Alumnus Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Udayana tahun 1986 ini, setelah tamat diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VIII Denpasar dipekerjakan di IKIP Saraswati Tabanan. Menyelesaikan S2 dan S3 pada Pascasarjana Kajian Budaya, Universitas Udayana. Pada tahun 2010 diangkat menjadi Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sampai sekarang.


 


PENDAHULUAN


Buku “Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer” oleh penulis disarikan dari desertasi untuk memperoleh gelar doktor pada program Pascasarjana (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana Denpasar. Buku ini mengulas “Representasi Budaya Populer dalam Sinema Elektronika (Sinetron) Sitti Nurbaya pada Tayangan TVRI dan Trans TV”. Buku ini menarik dan penting untuk dibaca khususnya bagi pekerja media dan akademisi. Buku ini mewakili dan melanjutkan fungsi media khususnya televisi dalam hal fungsi pendidikan, informasi, hiburan, kontrol sosial dan fungsi ekonomi maupun budaya.


Ditengah keluhan sebagian orang bahwa siaran televisi (sinetron) banyak yang kurang sehat dan mendidik karena isi dan penggabaran cerita sering kali berbeda dengan realitas budaya masyarakat di Indonesia. Melalui buku ini, menulis justru tampil sebagai sosok pemirsa televisi yang kritis, cerdas, bijak dan bertanggungjawab terhadap isi siaran. Siaran televisi (sinetron) tidak selalu ditempatkan pada sisi negatif, tapi sebaliknya bisa menjadi obyek kajian budaya yang menantang dan mencerdaskan.


Melalui buku ini “budaya populer” di layar kaca tidak lagi terabaikan. Sebaliknya dapat menjadi obyek penelitian akademis yang sangat penting.


 


SINOPSIS


Pada era perkembangan teknologi informasi yang semakin maju,   karya sastra disebarluaskan melalui media massa. Karya sastra ditampilkan di koran, majalah dan media elektronik, seperti; radio, film, televisi dan internet. Hubungan antara karya sastra dengan media penyiaran (televisi) misalnya penting untuk dikaji karena media televisi sangat besar pengaruhnya terhadap keberadan karya sastra.


Dalam bab awal buku ini banyak diulas bagaimana adaptasi cerita Novel Sitti Nurbaya ke film dan sinetron. Bab berikutnya banyak diulas soal struktur teks audiovisual sinetron Sitti Nurbaya pada tayangan TVRI (1991) dan Trans TV (2005). Hal ini disebabkan bahwa sinetron Sitti Nurbaya tayangan TVRI dan Trans TV sama-sama merupakan teks audio visual yang diadaptasi dari novel Sitti Nurbaya karya pengarah Marah Rusli. Karena produksi dan tahun tayangan yang terpaut jauh, maka unsur penting sinetron seperti alur cerita, adegan, penokohan, latar dan sebagainya menjadi penting untuk dianalisis.


Dari buku ini kita akan memahami bagaimana sebuah industri penyiaran televisi dalam memproduksi film dari cerita novel yang sama di zaman yang berbeda sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan baik dari sisi kepentingan lembaga penyiaran maupun dari dari sisi orientasi pemirsanya. Perubahan waktu sepertinya mengharuskan lembaga penyiaran melakukan penyesuaian dengan tetap megacu pada alur cerita yang sama. Tayangan sinetron Siti Nurbaya di TVRI dan Trans TV pun sepertinya menampilkan sastra sinetron dalam idiologi budaya populer dijamannya.


Karya sastra pun tidak lagi berdiri sendiri, ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembagannya mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi dan  sebagainya. Perkembangan Sastra Sinetron di televisi pun akhirnya selalu beradaptasi dan dihadapkan pada   dinamika, etika dan estitika postmodern yang belakangan mulai menggenjala di dunia seni dan hiburan khususnya televisi.


Singkat kata, Idiologi budaya populer di dalam media televisi tidak bisa lepas dari pandangan hakikat kebudayaan itu sendiri yang bergantung pada konteks produksi dan distribusinya, disamping itu juga pada konteks konsumsi dan resepsinya.


Buku ini memiliki kelebihan karena menawarkan trobosan berpikir bagi pembaca khususnya kalangan orang tua dalam memahami dan mengkonsumsi siaran bagi anak dan keluarganya. Siaran televisi pun bukan hanya soal pandang dan dengar atau hiburan semata, siaran juga sebuah produk nilai yang dapat memberi manfaat untuk membangun kemartabatan budaya.


Namun harus diakui buku ini masih cukup sulit dipahami oleh orang biasa atau para awam di bidang penyiaran televisi atau film. Tapi sangat berguna sebagai refrensi dan inspirasi bagi banyak kalangan terutama akademisi untuk turut serta melakukan kajian akademis terkait minat, kebutuhan dan kenyamanan masyarakat terhadap tayangan televisi, juga dalam kebutuhan pendidikan dan pelatihan literasi media bagi generasi muda dan siswa di sekolah. (*)


 


__________________


Tabanan, 19 Juni 2015


Oleh,


Made Nurbawa


 

Mon, 22 Jun 2015 @23:29

JELIH SI MANIK GALIH

image

Seorang ibu berdecak kagum ketika melihat bulir padi menguning di areal sawah. ''Tumben tiang nepukin I dewa jelih buke kene'' (baru kali ini saya melihat padi yang padat berisi seperti ini-red),''ucap Men Aldi (Ibu Aldi) salah seorang sekaa manyi (kelompok panen padi) yang hendak panen di areal sawah, pada selasa pagi 23 des 2014.

selengkapnya...

Thu, 25 Dec 2014 @17:11

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

image

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

Berawal dari ajakan ''Mengenal Nasi'' dua tahun silam, hingga kini saya merasa mendapat banyak kesempatan mendengar cerita tentang budaya pertanian-Subak. Cerita nasi pun tidak sebatas pangan, tapi mengalir dalam kesadaran tatanan budaya dan mata rantai ekosistem.

selengkapnya...

Mon, 13 Oct 2014 @01:23

''SIMANTRI BUMI'' GANGGANGAN

image

Masyarakat pertanian tradisional (Subak) di Bali, dalam mengolah lahan sawah masih banyak menggunakan hewan sapi atau kerbau untuk membajak (metekap). Sebelum melakukan penanaman bibit padi (bulih), ada beberapa tahap yang harus dilakukan petani dalam pengolahan tanah sawah yaitu berturut-turut: Nengala, Ngelampit, Mungkahin, dan Nangsahan. Setelah selesai nangsahin baru lahan siap ditanami bibit padi.

selengkapnya...

Wed, 24 Sep 2014 @23:32

RUNGU CATUR ANGGA

image

Menuju utara kami bergerak menyusuri kelok jalan. Pagi itu jalan masih sepi. Kabut di atas bukit pun belum beranjak pergi. Di ujung puncak kami berlahan lalu berhenti. Disambut indah hamparan, danau dan hijau pegunungan.

selengkapnya...

Tue, 23 Sep 2014 @01:05

SUAKAN : SATU SIGIH DUA PEJANGAN

image

Di Kecamatan Penebel Tabanan Bali petani masih banyak menanam Padi Taun. Padi jenis ini berumur kurang lebih enam bulan. Dipanen menggunakan Angapan (ani-ani) untuk memotong tangkai buah padi. Dalam jumlah tertentu padi yang sudah di panen diikat dengan tali bambu pada tangkainya. Dengan demikian petani akan mudah menghitung hasil panen dan mudah pula mengangkut menuju rumah atau tempat penjemuran. Ikatan padi harus kuat dan rapi seperti Tain Kitiran, yaitu perumpamaan ikatan tali yang serupa dengan bentuk kotoran burung Kitiran.

selengkapnya...

Tue, 9 Sep 2014 @23:51

Air Terjun Sekumpul, Mutiara di Bali Utara

image

Air terjun Sekumpul memang mempesona, mengalir dari ketinggian bukit batu yang menurut penduduk setempat masih berada di wilayah desa Lemukih, Kecamatan Sawan-Buleleng. Lokasi air terjun percis berada diperbatasan antara desa Sekumpul dan Lemukih, dipisahkan oleh sungai di kaki bukit hijau berdingding batu yang curam.

selengkapnya...

Fri, 1 Aug 2014 @09:51

Bali dalam Dilema UU Desa

image

Sejak ditetapkannya RUU tentang Desa oleh Pansus DPR RI pada 18 Desember 2013 lalu, kemudian disahkan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 Januari 2014 lalu menjadi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah menjadi perhatian dan pembahasan di berbagai daerah di Indonesia-tidak terkecuali Bali.

selengkapnya...

Sun, 20 Apr 2014 @14:17

Gema Pelangi di Ambara

image

Sejak lama kota Tabanan popular dengan sebutan Kota Pelangi. Belum diketahui sumber yang jelas, kapan dan siapa sesungguhnya pencetus awal sebutan kota pelangi tersebut.

Populernya sebutan kota pelangi tidak bisa lepas dari peran lembaga penyiaran radio yang ada di kota Tabanan saat itu. Masyarakat Tabanan pasti masih ingat sejak tahun 1970-an hingga 1980-an Kota PelangiTabanan kerap disebut-sebut oleh semua penyiar radio saat bersiaran-menyapa penggemar di kota hingga di pelosok desa.

selengkapnya...

Wed, 9 Apr 2014 @00:49

Sepi di Ujung Hari

image

Tidur atau ketiduran dan sering kali terjadi begitu saja tanpa kita sengaja. Tidur adalah kebutuhan dasar setiap orang-juga semua mahluk hidup. Tidur dapat menjaga dan memulihkan stamina dan kesehatan tubuh. Tidur juga sebuah moment penting karena seseorang bisa berada dalam alam lain yang penuh misteri-mimpi. Tidur adalah sesuatu yang alami. Karena alami tentu bukan sebuah rekayasa atau keterpaksaan.

selengkapnya...

Thu, 27 Mar 2014 @02:20

Membaca Kembali "Cornelis Van Vollenhoven"

image

Polemik pembongkaran patung Wisnu Murti dan rencana pembangunan patung Sukarno di Kediri Tabanan Bali adalah salah satu bukti belum selarasnya antara pengaturan dan peraturan pemerintah dengan nilai yang berkembang di masyarakat (adat dan budaya). Sehingga apa yang benar secara aturan negara akhirnya tidak selalu bisa diterima oleh nurani masyarakat. Namun pro dan kontra yang terjadi saat ini hendaknya tidak dimaknai sebagai sesuatu yang mempersulit atau mempertentangkan dua pilihan. Tapi sebaliknya menjadi momentum untuk menyelaraskan dan menyatukan keduanya. Bahkan momentum untuk membangun dan menggali kesadaran dan pengetahuan akan spirit keseimbangan dalam perbedaan (Rwa Bhineda). Termasuk momentum untuk membangun penghormatan antar sesama dan perekat sosial warga negara dan elemen masyarakat lainnya.

selengkapnya...

Sat, 15 Feb 2014 @14:59

Badan Otorita Besakih : Menyongsong Kerukunan Kehidupan Umat Hindu

image

Pura Besakih adalah kawasan Pura terbesar bagi umat Hindu di Bali, bahkan Indonesia. Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Dalam kesadaran dan keyakinan ini, tentu ukuran besar atau kecil sangat relative, relegius dan filosofis.

selengkapnya...

Sat, 18 Jan 2014 @00:26

Insentif Budaya Bagi Keluarga Petani Sawah

image

Keberadaan sawah di Bali bukan hanya untuk pemenuhan pangan (beras), tapi memiliki nilai dan pendukung budaya Bali dalam arti yang luas (subak). Keberadan sawah juga berfungsi sebagai simbul kemandirian pangan, ketahaanan budaya dan pelestarian lingkungan, terutama sumber daya air.

selengkapnya...

Fri, 17 Jan 2014 @01:24

Pasar dan Peken

image

Pasar kalau berarti tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran (teori ekonomi modern) sesungguhnya tidak ada bedanya antara pasar modern, pasar tradisional, pasar rakyat, pasar pemerintah, pasar senggol, pasar kodok dan sebagainya.

selengkapnya...

Thu, 16 Jan 2014 @00:05

Sahabatku, Pekak Renes

image

Kata orang Pekak Renes adalah jagoan kampung. Kawannya banyak ada dimana-mana. Dimasa mudanya, Ia suka berpetualang ke dura desa. Ia disegani oleh musuh dan sahabatnya. Kerap Ia hadir dalam banyak pertarungan melindungi anak buahnya di medan musuh. Konon para jagoan dan begundal di kota dan kampung lain seperti keder menghadapinya. Pesaingnya tunduk dan memilih menghindar, takut dan enggan berurusan dengan Pekak Renes.

selengkapnya...

Tue, 31 Dec 2013 @22:58

1 2 »

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?