Artikel (19)

Keywords: budaya

Tumpek Landep dalam Ideologi Budaya Populer --''Nandurin Karang Awak''

image

Rerahinan Tumpek Landep (Sabtu 4/2/2017-Sanicara Keliwon Landep) merupakan lanjutan dari tahapan atau hakekat Rerahinan sebelumnya mulai dari hari suci Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan Pagarwesi. Saat Tumpek Landep kita memohon kepada Hyang Guru (sumber pengetahuan suci) agar pengetahuan/taksu yang turun/diturunkan oleh Sang Pencipta dalam diri kita (panugrahan) yang kita peroleh saat Hari Suci Saraswati (hari turunnya pengetahuan) dapat kita manfaatkan dengan baik.

selengkapnya...

Sat, 4 Feb 2017 @21:17

''Due''

image

Di Bali, lumrah bila ditempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya ''Due'', yaitu; sebutan yang cecara budaya dan keyakinan adalah bentuk penghormatan. ''Due'', dalam kamus Bahasa Bali-Indonesia berarti ''Milik''. Dengan sebutan lain, keyakinan seperti ini juga ada diberbagai komunitas nusantara/dunia.

selengkapnya...

Thu, 11 Feb 2016 @08:18

Resensi Buku: Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer

image



RESENSI BUKU


 


IDENTITAS BUKU


Judul Buku      : Sastra Sinetron Dalam Idiologi Budaya Populer


Penulis             : Dr. I Nyoman Suaka, M.Si


Editor              : Jiwa Atmaja


Penerbit           : Udayana University Press


Cetakan           : I. 2013


Tebal               : x + 274 halaman, 15 x23 cm


ISBN               : 978-602-7776-31-9


 


ULASAN BUKU


PENULIS


I Nyoman Suaka, lahir di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan Bali, 31 Desember 1962. Alumnus Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Udayana tahun 1986 ini, setelah tamat diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VIII Denpasar dipekerjakan di IKIP Saraswati Tabanan. Menyelesaikan S2 dan S3 pada Pascasarjana Kajian Budaya, Universitas Udayana. Pada tahun 2010 diangkat menjadi Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sampai sekarang.


 


PENDAHULUAN


Buku “Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer” oleh penulis disarikan dari desertasi untuk memperoleh gelar doktor pada program Pascasarjana (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana Denpasar. Buku ini mengulas “Representasi Budaya Populer dalam Sinema Elektronika (Sinetron) Sitti Nurbaya pada Tayangan TVRI dan Trans TV”. Buku ini menarik dan penting untuk dibaca khususnya bagi pekerja media dan akademisi. Buku ini mewakili dan melanjutkan fungsi media khususnya televisi dalam hal fungsi pendidikan, informasi, hiburan, kontrol sosial dan fungsi ekonomi maupun budaya.


Ditengah keluhan sebagian orang bahwa siaran televisi (sinetron) banyak yang kurang sehat dan mendidik karena isi dan penggabaran cerita sering kali berbeda dengan realitas budaya masyarakat di Indonesia. Melalui buku ini, menulis justru tampil sebagai sosok pemirsa televisi yang kritis, cerdas, bijak dan bertanggungjawab terhadap isi siaran. Siaran televisi (sinetron) tidak selalu ditempatkan pada sisi negatif, tapi sebaliknya bisa menjadi obyek kajian budaya yang menantang dan mencerdaskan.


Melalui buku ini “budaya populer” di layar kaca tidak lagi terabaikan. Sebaliknya dapat menjadi obyek penelitian akademis yang sangat penting.


 


SINOPSIS


Pada era perkembangan teknologi informasi yang semakin maju,   karya sastra disebarluaskan melalui media massa. Karya sastra ditampilkan di koran, majalah dan media elektronik, seperti; radio, film, televisi dan internet. Hubungan antara karya sastra dengan media penyiaran (televisi) misalnya penting untuk dikaji karena media televisi sangat besar pengaruhnya terhadap keberadan karya sastra.


Dalam bab awal buku ini banyak diulas bagaimana adaptasi cerita Novel Sitti Nurbaya ke film dan sinetron. Bab berikutnya banyak diulas soal struktur teks audiovisual sinetron Sitti Nurbaya pada tayangan TVRI (1991) dan Trans TV (2005). Hal ini disebabkan bahwa sinetron Sitti Nurbaya tayangan TVRI dan Trans TV sama-sama merupakan teks audio visual yang diadaptasi dari novel Sitti Nurbaya karya pengarah Marah Rusli. Karena produksi dan tahun tayangan yang terpaut jauh, maka unsur penting sinetron seperti alur cerita, adegan, penokohan, latar dan sebagainya menjadi penting untuk dianalisis.


Dari buku ini kita akan memahami bagaimana sebuah industri penyiaran televisi dalam memproduksi film dari cerita novel yang sama di zaman yang berbeda sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan baik dari sisi kepentingan lembaga penyiaran maupun dari dari sisi orientasi pemirsanya. Perubahan waktu sepertinya mengharuskan lembaga penyiaran melakukan penyesuaian dengan tetap megacu pada alur cerita yang sama. Tayangan sinetron Siti Nurbaya di TVRI dan Trans TV pun sepertinya menampilkan sastra sinetron dalam idiologi budaya populer dijamannya.


Karya sastra pun tidak lagi berdiri sendiri, ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembagannya mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi dan  sebagainya. Perkembangan Sastra Sinetron di televisi pun akhirnya selalu beradaptasi dan dihadapkan pada   dinamika, etika dan estitika postmodern yang belakangan mulai menggenjala di dunia seni dan hiburan khususnya televisi.


Singkat kata, Idiologi budaya populer di dalam media televisi tidak bisa lepas dari pandangan hakikat kebudayaan itu sendiri yang bergantung pada konteks produksi dan distribusinya, disamping itu juga pada konteks konsumsi dan resepsinya.


Buku ini memiliki kelebihan karena menawarkan trobosan berpikir bagi pembaca khususnya kalangan orang tua dalam memahami dan mengkonsumsi siaran bagi anak dan keluarganya. Siaran televisi pun bukan hanya soal pandang dan dengar atau hiburan semata, siaran juga sebuah produk nilai yang dapat memberi manfaat untuk membangun kemartabatan budaya.


Namun harus diakui buku ini masih cukup sulit dipahami oleh orang biasa atau para awam di bidang penyiaran televisi atau film. Tapi sangat berguna sebagai refrensi dan inspirasi bagi banyak kalangan terutama akademisi untuk turut serta melakukan kajian akademis terkait minat, kebutuhan dan kenyamanan masyarakat terhadap tayangan televisi, juga dalam kebutuhan pendidikan dan pelatihan literasi media bagi generasi muda dan siswa di sekolah. (*)


 


__________________


Tabanan, 19 Juni 2015


Oleh,


Made Nurbawa


 

Mon, 22 Jun 2015 @23:29

JELIH SI MANIK GALIH

image

Seorang ibu berdecak kagum ketika melihat bulir padi menguning di areal sawah. ''Tumben tiang nepukin I dewa jelih buke kene'' (baru kali ini saya melihat padi yang padat berisi seperti ini-red),''ucap Men Aldi (Ibu Aldi) salah seorang sekaa manyi (kelompok panen padi) yang hendak panen di areal sawah, pada selasa pagi 23 des 2014.

selengkapnya...

Thu, 25 Dec 2014 @17:11

''GERING''

image

Masa kecil, main petak umpet, ada war-war tidak boleh curang. Suatu hari, main petak umpet di halaman tetangga, salah satu teman ada yang curang. Ia tidak ngaku. Spontan teman lain protes lalu mengintrogasi dengan kata-kata: ''Bani Gering Sing?'' Spontan teman yang curang itu mengaku dan minta maaf. Permainan pun dilanjutkan dengan canda tawa penuh persahabatan.

selengkapnya...

Tue, 30 Sep 2014 @06:58

''SIMANTRI BUMI'' GANGGANGAN

image

Masyarakat pertanian tradisional (Subak) di Bali, dalam mengolah lahan sawah masih banyak menggunakan hewan sapi atau kerbau untuk membajak (metekap). Sebelum melakukan penanaman bibit padi (bulih), ada beberapa tahap yang harus dilakukan petani dalam pengolahan tanah sawah yaitu berturut-turut: Nengala, Ngelampit, Mungkahin, dan Nangsahan. Setelah selesai nangsahin baru lahan siap ditanami bibit padi.

selengkapnya...

Wed, 24 Sep 2014 @23:32

RUNGU CATUR ANGGA

image

Menuju utara kami bergerak menyusuri kelok jalan. Pagi itu jalan masih sepi. Kabut di atas bukit pun belum beranjak pergi. Di ujung puncak kami berlahan lalu berhenti. Disambut indah hamparan, danau dan hijau pegunungan.

selengkapnya...

Tue, 23 Sep 2014 @01:05

Insentif Budaya Bagi Keluarga Petani Sawah

image

Keberadaan sawah di Bali bukan hanya untuk pemenuhan pangan (beras), tapi memiliki nilai dan pendukung budaya Bali dalam arti yang luas (subak). Keberadan sawah juga berfungsi sebagai simbul kemandirian pangan, ketahaanan budaya dan pelestarian lingkungan, terutama sumber daya air.

selengkapnya...

Fri, 17 Jan 2014 @01:24

Antara Petani dan Pemacul

image

Kini mereka yang beraktivitas ke sawah sering kali mendapat sebutan PETANI. Namun jika ditelusuri lebih mendalam terkait latar belakang, tujuan dan caranya, ternyata setiap aktivitas memiliki nama dan makna yang berbeda.

Seseorang yang berangkat ke sawah jika hanya bermaksud mencari rumput, biasa disebut nak ngarit/peternak. Mereka yang ketengah sawah hanya untuk mencari gabah, bisa jadi dia hanya tengkulak atau saudagar gabah. Mereka yang ke tengah sawah lalu melihat pemandangan dan photo-photo bisa jadi mereka adalah wisatawan atau photografer saja. Dan seterusnya.

selengkapnya...

Sat, 16 Nov 2013 @15:27

Demokrasi Rumpun Padi

image

Pagi itu di tepi Temuku. Nampak air mengalir dari hulu. Bergerak membasuh bumi menggenangi Uma- berundag indah. Air pun terus mengalir. Memenuhi petak uma berumpun padi. Nampak air meninggi lalu tumpah ke petak Uma di bawahnya. Begitu seterusnya atas seijin Pundukan yang membatasi.

selengkapnya...

Wed, 30 Oct 2013 @23:23

Tluktak : Denyut Air di Tepi Talikunda

image

Mentari telah diujung senja. Hamparan sawah itu lenggang nyaris tanpa suara. Langit nampak redup indah berwarna jingga, burung liar masih nampak terbang di ambara. Seperti biasa, para petani telah beristirahat, mereka telah kembali kerumah bertemu keluarga.

selengkapnya...

Mon, 28 Oct 2013 @12:03

Jaje Begina : Guna Lan Geginan

image

Jaje begina, terbuat dari beras ketan asli. Di Bali, warga membuatnya menjelang perayaan upacara keagamaan seperti Galungan, Kuningan dan sebagainya. Jaje Begina berbentuk bulat umumnya dibuat berdiameter antara 7-12 Cm dengan ditambah bulatan merah di tengahnya. Sekilas nampak seperti bola mata. Saya meyakininya, Jaje Begina memiliki makna filosofis-penghormatan semesta raya.

selengkapnya...

Sat, 5 Oct 2013 @11:42

Care Kulkul Pondokan

image

Kulkul (kentongan) adalah alat komunikasi tradisional. Umumnya dibuat dari kayu atau bambu. Di Bali, Kulkul tidak bisa dipisahkan dari aspek budaya, tradisi dan keyakinan masyarakat pada umumnya.

selengkapnya...

Sun, 15 Sep 2013 @18:50

Ngintip

image

Wenten ngintip Jangkrik, wenten ngintip maling, Wenten ngintip nak kayeh, wenten mase ngintip nak metunangan, he e e, muah sane lianan. Ngintip pada dasarnya; ingin mengetahui tanpa diketahui. Ngintip bisa juga bermakna sebuah cara atau metode untuk mendapatkan sesuatu.

Ngintip perlu kehati-hatian dan kecermatan. Menurut tiang ngintip termasuk aktivitas yang susah namun mengasyikan, bahkan bisa-bisa bikin ketagihan. Kadang berhasil kadang juga tidak. Belakangan makna ngintip pun sudah meluas, wenten ngintip gae, wenten mase ngintipin nak ngintip.

selengkapnya...

Fri, 13 Sep 2013 @08:22

Capung Belauk di Bumi Alami

image

Di Subak Ganggangan Banjar Pagi-Senganan Tabanan, kini sedang dilaksanakan uji coba sistem pertanian padi alami atau padi organik. Ekosistem alami adalah prasyarat untuk melakukan budidaya padi organik, yang pada musim tanam tahun ini sudah di coba di beberapa petak sawah.

Uji coba pertanian alami di Subak Ganggangan juga mempelajari kembali bagaimana tanda-tanda alam digunakan sebagai indikator dalam mengukur derajat keseimbangan ekosistem sebuah kawasan. Salah satunya melaui hewan Capung.

selengkapnya...

Thu, 12 Sep 2013 @16:37

Jangan Biarkan Lulu Menyerbu Hulu

image

Lulu (sampah) sekarang sudah menjadi masalah yang meresahkan. Terutama sampah plastik. Got, telabah, dan tukad dipastikan tidak bebas lagi dari sampah plastik. Plastik tidak mudah hancur dalam tanah sehingga mencemari tanah dan lingkungan.

selengkapnya...

Wed, 11 Sep 2013 @13:53

Dacin

image

Dacin adalah alat pengukur berat (massa). Tidak diketahui kapan alat ini pertama kali dibuat. Namun sekitar 7000 tahun lalu Dacin sudah digunakan oleh pedagang bangsa Mesir.

selengkapnya...

Wed, 11 Sep 2013 @13:48

Buah Pulet Ala Pan Balang Tamak

image

Dikisahkan, di sebuah desa di kaki gunung, hiduplah sepasang suami istri bernama PAN BALANG TAMAK dan MEN BALANG TAMAK. Desa itu bernama Suniasari.
Konon cukup banyak sudah ulah Pan Balang Tamak membikin resah dan marah warga desa. Upaya mengucilan Pan Balang Tamak Pun terus dilakukan. Salah satu gagasan yang dianggap jitu adalah memagari kebun milik warga.

selengkapnya...

Wed, 11 Sep 2013 @13:34

Ambu-Ambu Penjor, Maknai Spirit Kemenangan Jagat

image

Setiap Hari Suci Galungan dan Kuningan, Ambu (Daun Enau Muda) pasti selalu nampak segar disepanjang jalan. Menghias indah buluh bambu, Penjor.
Pakraman Hindu di Bali membuat penjor, sebagai bentuk penghormatan Sang Pencipta, Semesta Raya.

selengkapnya...

Wed, 11 Sep 2013 @10:55

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?