Artikel (18)

Keywords: alam

Tumpek Landep dalam Ideologi Budaya Populer --''Nandurin Karang Awak''

image

Rerahinan Tumpek Landep (Sabtu 4/2/2017-Sanicara Keliwon Landep) merupakan lanjutan dari tahapan atau hakekat Rerahinan sebelumnya mulai dari hari suci Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan Pagarwesi. Saat Tumpek Landep kita memohon kepada Hyang Guru (sumber pengetahuan suci) agar pengetahuan/taksu yang turun/diturunkan oleh Sang Pencipta dalam diri kita (panugrahan) yang kita peroleh saat Hari Suci Saraswati (hari turunnya pengetahuan) dapat kita manfaatkan dengan baik.

selengkapnya...

Sat, 4 Feb 2017 @21:17

Malam Siwaratri : Puncak Kesadaran Inti Sari Pengetahuan

image

SEBAGAI seorang pemburu sato (binatang), suatu hari Lubdaka kembali hendak berburu ke tengah hutan. Ia berangkat menuju arah kaja kangin (timur laut) dengan berpakaian pelung (biru). Setelah lama berjalan memasuki hutan, tak terasa Lubdaka sudah tiba di alas angker(hutan yang sangat lebat penuh dengan ancaman binatang buas).

Di alas angker Lubdaka terus melangkah menerobos hutan karena hari itu satu pun binatang belum Ia peroleh. Tak terasa hari semakin malam, Lubdaka kemalaman di tegah alas angker dan tidak mungkin kembali pulang, di samping berbahaya malam itu benar-benar malam tergelap karena menjelang Tilem Kepitu.

selengkapnya...

Fri, 27 Jan 2017 @12:23

Sakit, Pesan Alam Cintai Tanaman dan Lingkungan

image

Setiap orang pasti pernah sakit, misalnya sakit mata (mata merah). Wabah sakit mata mudah menular ke orang-orang berbagai usia. Untuk mencegah dan mengobatinya anda bisa melakukan dengan cara dan bahan alami yaitu dengan menggunakan ''Bunga Bintang'' atau ''Dauh Kelor'' yang banyak tumbuh di halaman. Caranya membuatnya sangat mudah, yaitu :

Pertama, Cari 1 tangkai bunga Bintang yang sudah mekar. Kemudian ambil gelas, isi dengan air bersih (air biasa, bukan air dingin atau panas) sekitar 2 sendok makan. Rendam Bunga Bintang selama 1-2 menit di dalam gelas. Kemudian ambil kapas, celupkan kapas ke gelas lalu airnya teteskan ke mata. Mata akan terasa perih sekitar 15 detik setelah itu nyaman kembali. Lakukan 2 hari sekali. Disamping menyembuhkan sakit mata, tetesan air Bunga Bintang bisa membuat mata segar, cling dan mencegah katarak.

selengkapnya...

Wed, 25 Jan 2017 @20:58

''Due''

image

Di Bali, lumrah bila ditempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya ''Due'', yaitu; sebutan yang cecara budaya dan keyakinan adalah bentuk penghormatan. ''Due'', dalam kamus Bahasa Bali-Indonesia berarti ''Milik''. Dengan sebutan lain, keyakinan seperti ini juga ada diberbagai komunitas nusantara/dunia.

selengkapnya...

Thu, 11 Feb 2016 @08:18

Resensi Buku: Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer

image



RESENSI BUKU


 


IDENTITAS BUKU


Judul Buku      : Sastra Sinetron Dalam Idiologi Budaya Populer


Penulis             : Dr. I Nyoman Suaka, M.Si


Editor              : Jiwa Atmaja


Penerbit           : Udayana University Press


Cetakan           : I. 2013


Tebal               : x + 274 halaman, 15 x23 cm


ISBN               : 978-602-7776-31-9


 


ULASAN BUKU


PENULIS


I Nyoman Suaka, lahir di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan Bali, 31 Desember 1962. Alumnus Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Udayana tahun 1986 ini, setelah tamat diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VIII Denpasar dipekerjakan di IKIP Saraswati Tabanan. Menyelesaikan S2 dan S3 pada Pascasarjana Kajian Budaya, Universitas Udayana. Pada tahun 2010 diangkat menjadi Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sampai sekarang.


 


PENDAHULUAN


Buku “Sastra Sinetron dalam Idiologi Budaya Populer” oleh penulis disarikan dari desertasi untuk memperoleh gelar doktor pada program Pascasarjana (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana Denpasar. Buku ini mengulas “Representasi Budaya Populer dalam Sinema Elektronika (Sinetron) Sitti Nurbaya pada Tayangan TVRI dan Trans TV”. Buku ini menarik dan penting untuk dibaca khususnya bagi pekerja media dan akademisi. Buku ini mewakili dan melanjutkan fungsi media khususnya televisi dalam hal fungsi pendidikan, informasi, hiburan, kontrol sosial dan fungsi ekonomi maupun budaya.


Ditengah keluhan sebagian orang bahwa siaran televisi (sinetron) banyak yang kurang sehat dan mendidik karena isi dan penggabaran cerita sering kali berbeda dengan realitas budaya masyarakat di Indonesia. Melalui buku ini, menulis justru tampil sebagai sosok pemirsa televisi yang kritis, cerdas, bijak dan bertanggungjawab terhadap isi siaran. Siaran televisi (sinetron) tidak selalu ditempatkan pada sisi negatif, tapi sebaliknya bisa menjadi obyek kajian budaya yang menantang dan mencerdaskan.


Melalui buku ini “budaya populer” di layar kaca tidak lagi terabaikan. Sebaliknya dapat menjadi obyek penelitian akademis yang sangat penting.


 


SINOPSIS


Pada era perkembangan teknologi informasi yang semakin maju,   karya sastra disebarluaskan melalui media massa. Karya sastra ditampilkan di koran, majalah dan media elektronik, seperti; radio, film, televisi dan internet. Hubungan antara karya sastra dengan media penyiaran (televisi) misalnya penting untuk dikaji karena media televisi sangat besar pengaruhnya terhadap keberadan karya sastra.


Dalam bab awal buku ini banyak diulas bagaimana adaptasi cerita Novel Sitti Nurbaya ke film dan sinetron. Bab berikutnya banyak diulas soal struktur teks audiovisual sinetron Sitti Nurbaya pada tayangan TVRI (1991) dan Trans TV (2005). Hal ini disebabkan bahwa sinetron Sitti Nurbaya tayangan TVRI dan Trans TV sama-sama merupakan teks audio visual yang diadaptasi dari novel Sitti Nurbaya karya pengarah Marah Rusli. Karena produksi dan tahun tayangan yang terpaut jauh, maka unsur penting sinetron seperti alur cerita, adegan, penokohan, latar dan sebagainya menjadi penting untuk dianalisis.


Dari buku ini kita akan memahami bagaimana sebuah industri penyiaran televisi dalam memproduksi film dari cerita novel yang sama di zaman yang berbeda sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan baik dari sisi kepentingan lembaga penyiaran maupun dari dari sisi orientasi pemirsanya. Perubahan waktu sepertinya mengharuskan lembaga penyiaran melakukan penyesuaian dengan tetap megacu pada alur cerita yang sama. Tayangan sinetron Siti Nurbaya di TVRI dan Trans TV pun sepertinya menampilkan sastra sinetron dalam idiologi budaya populer dijamannya.


Karya sastra pun tidak lagi berdiri sendiri, ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembagannya mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi dan  sebagainya. Perkembangan Sastra Sinetron di televisi pun akhirnya selalu beradaptasi dan dihadapkan pada   dinamika, etika dan estitika postmodern yang belakangan mulai menggenjala di dunia seni dan hiburan khususnya televisi.


Singkat kata, Idiologi budaya populer di dalam media televisi tidak bisa lepas dari pandangan hakikat kebudayaan itu sendiri yang bergantung pada konteks produksi dan distribusinya, disamping itu juga pada konteks konsumsi dan resepsinya.


Buku ini memiliki kelebihan karena menawarkan trobosan berpikir bagi pembaca khususnya kalangan orang tua dalam memahami dan mengkonsumsi siaran bagi anak dan keluarganya. Siaran televisi pun bukan hanya soal pandang dan dengar atau hiburan semata, siaran juga sebuah produk nilai yang dapat memberi manfaat untuk membangun kemartabatan budaya.


Namun harus diakui buku ini masih cukup sulit dipahami oleh orang biasa atau para awam di bidang penyiaran televisi atau film. Tapi sangat berguna sebagai refrensi dan inspirasi bagi banyak kalangan terutama akademisi untuk turut serta melakukan kajian akademis terkait minat, kebutuhan dan kenyamanan masyarakat terhadap tayangan televisi, juga dalam kebutuhan pendidikan dan pelatihan literasi media bagi generasi muda dan siswa di sekolah. (*)


 


__________________


Tabanan, 19 Juni 2015


Oleh,


Made Nurbawa


 

Mon, 22 Jun 2015 @23:29

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

image

BLAUK JUBEL KECUCUTAN

Berawal dari ajakan ''Mengenal Nasi'' dua tahun silam, hingga kini saya merasa mendapat banyak kesempatan mendengar cerita tentang budaya pertanian-Subak. Cerita nasi pun tidak sebatas pangan, tapi mengalir dalam kesadaran tatanan budaya dan mata rantai ekosistem.

selengkapnya...

Mon, 13 Oct 2014 @01:23

PANJI ALAMI BUMI LUMBUNG PADI

image

Jaman dulu ''simbul spesifik'' alam seperti gunung, bukit, laut, danau, sungai, pohon/tanamam dan sebagainya adalah penanda alami untuk arah pengaturan di mana, dari mana, dan kemana sebuah ruang atau kawasan akan dimanfaatkan.

selengkapnya...

Sat, 4 Oct 2014 @15:33

Bali dalam Dilema UU Desa

image

Sejak ditetapkannya RUU tentang Desa oleh Pansus DPR RI pada 18 Desember 2013 lalu, kemudian disahkan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 Januari 2014 lalu menjadi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah menjadi perhatian dan pembahasan di berbagai daerah di Indonesia-tidak terkecuali Bali.

selengkapnya...

Sun, 20 Apr 2014 @14:17

Membaca Kembali "Cornelis Van Vollenhoven"

image

Polemik pembongkaran patung Wisnu Murti dan rencana pembangunan patung Sukarno di Kediri Tabanan Bali adalah salah satu bukti belum selarasnya antara pengaturan dan peraturan pemerintah dengan nilai yang berkembang di masyarakat (adat dan budaya). Sehingga apa yang benar secara aturan negara akhirnya tidak selalu bisa diterima oleh nurani masyarakat. Namun pro dan kontra yang terjadi saat ini hendaknya tidak dimaknai sebagai sesuatu yang mempersulit atau mempertentangkan dua pilihan. Tapi sebaliknya menjadi momentum untuk menyelaraskan dan menyatukan keduanya. Bahkan momentum untuk membangun dan menggali kesadaran dan pengetahuan akan spirit keseimbangan dalam perbedaan (Rwa Bhineda). Termasuk momentum untuk membangun penghormatan antar sesama dan perekat sosial warga negara dan elemen masyarakat lainnya.

selengkapnya...

Sat, 15 Feb 2014 @14:59

Ternyata Saya Belum Seperti Lubdaka

image

Entah, hari ini dirumah terasa beda, angin pun tak ganas penerpa, gelap mendung tak berarti hujan, cuma gerimis sedikit saja. Sungguh terasa istimewa, beberapa kawan megirimi saya berita, ucapan selamat merayakan Hari Suci Siwaratri.

Sebagian ucapan itu ada yang mendoakan, sebagian lagi ada yang maaf memaafkan. Terima kasih kawan doa mu saya terima, sungguh saya seperti diingatkan oleh sang waktu, menuju malam sakral peleburan dosa. Malam yang kata orang penuh perenungan, juga tentang kisah Lubdaka yang kusuk malami malam, diatas dahan pohon Bila.

selengkapnya...

Thu, 30 Jan 2014 @11:08

Jelang Siwa Ratri, Meru Pura Puseh Desa Pakraman Belatungan Roboh

image

Dua hari menjelang Prawani Tilem Kapitu, Hari Suci Siwa Ratri, Warga Desa Belatungan Kecamatan Pupuan Tabanan senin, 27/1/2014 sekitar pk. 11.30 wita dikagetkan oleh robohnya meru yang ada di areal Pura Puseh. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena saat kejadian areal pura kosong. Syukur pelinggih lain disebelahnya tidak ada kerusakan.

selengkapnya...

Tue, 28 Jan 2014 @07:43

Antara Petani dan Pemacul

image

Kini mereka yang beraktivitas ke sawah sering kali mendapat sebutan PETANI. Namun jika ditelusuri lebih mendalam terkait latar belakang, tujuan dan caranya, ternyata setiap aktivitas memiliki nama dan makna yang berbeda.

Seseorang yang berangkat ke sawah jika hanya bermaksud mencari rumput, biasa disebut nak ngarit/peternak. Mereka yang ketengah sawah hanya untuk mencari gabah, bisa jadi dia hanya tengkulak atau saudagar gabah. Mereka yang ke tengah sawah lalu melihat pemandangan dan photo-photo bisa jadi mereka adalah wisatawan atau photografer saja. Dan seterusnya.

selengkapnya...

Sat, 16 Nov 2013 @15:27

Uma Wali : Mengalami Alami Jalan Mula

image

Ciri khas masyarakat Subak meyakini semua yang ada berjiwa. Jiwa-jiwa yang saling melengkapi dan berhubungan satu sama lain. Kemudian terangkum dalam sebuah tatanan kehidupan yang harmoni dan seimbang.

selengkapnya...

Sun, 3 Nov 2013 @22:34

Demokrasi Rumpun Padi

image

Pagi itu di tepi Temuku. Nampak air mengalir dari hulu. Bergerak membasuh bumi menggenangi Uma- berundag indah. Air pun terus mengalir. Memenuhi petak uma berumpun padi. Nampak air meninggi lalu tumpah ke petak Uma di bawahnya. Begitu seterusnya atas seijin Pundukan yang membatasi.

selengkapnya...

Wed, 30 Oct 2013 @23:23

Bunga Halaman Bunga Harapan

image

Hingga saat ini saya belum tahu apa nama tanaman ini. Bungannya seperi terompet, kecil. Ada putih ada yang ungu. Beberapa tahun silam saya ingin menanamnya sendiri hingga berbunga. Dua bulan lalu saya membawanya dari desa dan saya tanam di halaman. Dan kini, ia benar-benar tumbuh, berbunga, nyata di depan mata.

selengkapnya...

Tue, 8 Oct 2013 @14:55

Jaje Begina : Guna Lan Geginan

image

Jaje begina, terbuat dari beras ketan asli. Di Bali, warga membuatnya menjelang perayaan upacara keagamaan seperti Galungan, Kuningan dan sebagainya. Jaje Begina berbentuk bulat umumnya dibuat berdiameter antara 7-12 Cm dengan ditambah bulatan merah di tengahnya. Sekilas nampak seperti bola mata. Saya meyakininya, Jaje Begina memiliki makna filosofis-penghormatan semesta raya.

selengkapnya...

Sat, 5 Oct 2013 @11:42

Capung Belauk di Bumi Alami

image

Di Subak Ganggangan Banjar Pagi-Senganan Tabanan, kini sedang dilaksanakan uji coba sistem pertanian padi alami atau padi organik. Ekosistem alami adalah prasyarat untuk melakukan budidaya padi organik, yang pada musim tanam tahun ini sudah di coba di beberapa petak sawah.

Uji coba pertanian alami di Subak Ganggangan juga mempelajari kembali bagaimana tanda-tanda alam digunakan sebagai indikator dalam mengukur derajat keseimbangan ekosistem sebuah kawasan. Salah satunya melaui hewan Capung.

selengkapnya...

Thu, 12 Sep 2013 @16:37

Ambu-Ambu Penjor, Maknai Spirit Kemenangan Jagat

image

Setiap Hari Suci Galungan dan Kuningan, Ambu (Daun Enau Muda) pasti selalu nampak segar disepanjang jalan. Menghias indah buluh bambu, Penjor.
Pakraman Hindu di Bali membuat penjor, sebagai bentuk penghormatan Sang Pencipta, Semesta Raya.

selengkapnya...

Wed, 11 Sep 2013 @10:55

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?