Jalan Kenangan Yeh Bakung-Bukit Rangda

image

Jalan sejauh kurang lebih 7 Km dari Yeh Bakung-Bankyangjaran tembus ke Desa Mundeh Kauh menuju Pura/Kahyangan Luhur Bukit Rangda, Kec. Selemadeg Barat, Kab. Tabanan Bali awal tahun 2017 lalu mulus di aspal hotmix. Jalur yang berkelok di punggung bukit ini memberi dampak nyata terhadap geliat ekonomi rakyat serta kemudahan transportasi dari arah Desa Selabih dan sekitarnya menuju Pura/Kahayangan Luhur Bukit Rangda, begitu juga sebaliknya.

Badan jalan di jalur ini sudah lama ada dan dibangun secara bertahap, masyarakat disekitar kawasan ini sudah lama memanfaatkan untuk mengangkut hasil bumi berupa hasil pertanian dan perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh, kopi dan beragam buah lokal. Juga hasil ternak rakyat berupa sapi, kambing dan babi.

Seperti dituturkan oleh salah seorang warga asal Desa Belatungan I Dewa Nyoman Wedantara (65 tahun), jalur ini memberi kenangan saat dia sekolah dulu sekitar tahun 1966-1972 terutama oleh warga yang berasal dari Banjar Penataran, Pengedan, Bangal, Belatungan, Auman, Yeh Sibuh, Munduk Gawang dan Belatungan. Desa Belatungan sendiri terletak sekitar 9 Km diutara Bukit Rangda dan sebelum tahun 1980 jalan di desa Belatungan masih berupa jalan tanah sehingga transportasi sangat sulit sehingga pelajar yang sekolah di kota seperti Tabanan dan Denpasar harus berjalan kaki menuruni bukit sejauh 15 Km kearah pesisir selatan menuju jalan raya Denpasar Gilimanuk ke arah Banjar Yeh Bakung atau Bukti Tumpeng dan dari sana baru naik angkutan umum berupa Bus jaman Doeloe seperti Djasa, Dharma, dan Sehati.

I Dewa Nyoman Wedantara juga menyebutkan jalur Yeh Bakung-Bukit Rangda dan Desa Belatungan adalah jalur perjuangan pada awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia. Dari hasi penelusuran jejak sejarah ini teratat ada tiga peristiwa penting (pertempuran) yaitu Pengadangan Laskar Rakyat Penataran di Banjar Bangal bulan Juni 1946 (4/empat pejuang tewas) selanjutnya Pertempuran Satuan ALRI Tanggal 20 Juli 1946 di Banjar Penataran ( 2/dua pejuang tewas) dan pada tanggal 8 Agustus 1946 terjadi lagi pertempuran di Desa Belatungan (5/lima orang tewas). Melihat peristiwa diatas, maka jalur Yeh Bakung-Bukit Rangda-Belatungan adalah jalur lama yang sangat mungkin pernah digunakan oleh para pejuang atau relawan pejuang dimasa itu.

Photo : Panorama Alam dari Bukti Rangda (Sabtu, 11 Nop 2017).

Kini tahun 2017, jalur kenangan ini sudah mulus diaspal hotmix, melewati jalur ini, dari ketinggian bukit kita kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan yaitu indahnya pesisir bali selatan dengan garis pantai membentang dengan buih ombak berwarna putih. Suasana jalan yang sepi dengan panorma alam yang masih asri dan hijau, maka sangat layak jalur ini dilestarikan dan dipertahankan sebagai “ikon” dan “komitmen” pelestarian alam di wilayah Tabanan barat.

Di jaman dulu, warga yang ikut membangun badan jalan ini tentu tidak mudah. Disamping menggunakan alat manual, warga dan petugas harus memangkas punggung bukit yang curam dan berbatu, dibeberapa bagian badan jalan tanahnya cukup labil. Banyaknya aliran air berupa sungai kecil (pangkung)  dari atas bukit yang posisinya langsung menyentuh badan jalan mengakibatkan jalur ini rawan longsor di musim hujan. Sebelum dilakukan pengaspalan (hotmix) jalur ini jarang dilintasi oleh masyarakat umum sehingga kawasan ini terkesan terisolir.

Upaya pemerintah Tabanan menghotmix jalan ini tentu tidak mudah, disamping medan yang cukup berat biayanya pun tidak murah. Oleh karena itu partisipasi masyarakat sekitar untuk melakukan perawatan rutin sangat diperlukan sehingga umur ekonomis jalan ini bisa tercapai alias tidak rusak sebelum waktunya.

Pemerintah daerah Tabanan dan jajarannya nampaknya sudah melakukan perawatan dengan membeton pingiran jalan sehingga aspal hotmix tidak mudah retak dan tergerus air. Namun saat dilintasi oleh awak media ini pada Sabtu, (11/11/2017), dibeberapa titik gorong-gorong di jalur ini jebol digerus air sehingga sangat rawan dan membahayakan pengguna jalan.

Kedepan, disamping menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, perawatan rutin juga wajib dilakukan oleh masyarakat sekitar dan pengguna jalan, mulai dari membersihkan got yang tersumbat karena dedaunan atau mengurung bagian badan jalan yang tergerus air. Oleh karena itu sosialisasi dan petunjuk teknis petugas kepada masyarakat sangat dibutuhkan.

Sehingga jalan kenangan Yeh Bakung-Bangkyangjaran-Bukit Rangda-Penataran-Belatungan tetap memberi  pengetahuan, informasi sejarah dan petunjuk kehidupan bagi generasi muda yang akan datang (*/mn).

 

 

_________________________

Oleh: Made Nurbawa

Tabanan, 11 Nopember 2017 (Hari Kuningan).

Cuplikan tulisan ini juga dimuat di www.mediapelangi.com pada tanggal 12 Nopember 2017.

 

 

Mon, 13 Nov 2017 @09:28


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?