Sandikala Kalating

image

Sandikala Kalating, saat matahari belum sempurna tenggelam di ufuk barat, langit pantai Kelating nampak indah dengan kilau awan memancarkan rona jingga. Saat yang sama, puluhan orang berdiri diatas pasir menunggu debur ombak untuk menjemput puluhan anak penyu (tukik) menuju dunia alaminya di samudra selatan Pulau Dewata.

Pantai Kelating adalah pantai yang indah dengan pasir hitam, berada di Desa Kelating, Kec. Kerambitan, Kab. Tabanan, Bali.

Tidak lama kemudian, terdengar suara tabuh baleganjur menebar aura magis, mengiringi Truna-Truni Desa Kelating menari dengan lakon “Purananing Kalating” yang mengisahkan sejarah dan kehidupan masyarakat Desa Kelating.

“Alkisah dalam lontar pabancangah diceritakan sebuah tanjung yang disekitranya terdapat hutan bambu dan goa tempat persemadian yang disebut Kwalaka. Berkat keindahan dan kesuburannya wilayah datanglah warga merabas hutan bambu serta bermukim dan membentuk sebuah desa yang di wilayah itu yang disebut Kwalaka. Seuatu ketika wabah menyerang sehingga banyak warga yang sakit, mati dan banyak pula memilih pindah bermukim dari wilayah tersebut. Kemudian datanglah seorang Rsi Agung yang bernama Ida Sri Bhujangga Arca Subrata yang berasal dari Desa Jati Kusuma. Setelah bertemu warga, Ida Rsi kemudian menyuruh warga membuat banten caru untuk dihaturkan dipersimpangan, pinggir laut dan tempat-tempat keramat lainnya. Upaya warga tersebut membuwahkan hasil dan terwujud sebuah keseimbangan alam yang disimbulkan dengan pertarungan antara Barong dan Rangda sebagai wujud harmonisnya semua usur energi diwilayah tersebut sehinga kondisi desa Kwakala kembali seperti semula. Atas permintaan warga, agar peristiwa buruk tidak terjadi lagi di wilayah desa Kwakala, Ida Rsi bekenan menganugrahkan sebuah nama “Kalating” yang berarti tempat yang bebas dari segala penyakit atau musibah. Sebagai wujud penghormatan warga desa terhadap sang Rsi, Desa Kwakala akhirnya berganti nama menjadi “Desa Kalating” (Kelating) hingga sekarang”.

Begitulah kesenian rakyat yang dibawakan oleh orang-orang desa. “Desa” yang berarti suatu wilayah dimana petunjuk-petunjuk kerohanian berada. Dan hingga kini tetap memandu kehidupan dan tradisi masyarakatnya. (*/mn).

 

By: I Made Nurbawa

Kelating, Minggu 29 Oktober 2017.

 

Sun, 5 Nov 2017 @09:28


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+2+3

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?