Tiying Tabah

image

Di dunia ada 1.600 jenis bambu dan 10 persennya tumbuh di Indonesia, 40 jenis bambu ditemukan tumbuh di Bali, salah satunya adalah “Bambu Tabah” (Tiying Tabah), ujar peneliti bambu dari Universitas Udayana ibu Pande Ketut Diah Kencana.

Konon disebut “Tabah” karena rasa rebungnya yang tawar tidak pahit seperti rebung bambu jenis lain.

Tiying Tabah sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat bali, sehingga jenis mambu ini termasuk jenis bambu lokal. Di Bali Tiying Tabah banyak tumbuh alami di wilayah Kecamatan Pupuan Tabanan dan sekitarnya.

Disamping fungsi lingkungan, Tiying Tabah memiliki banyak manfaat antara lain; batangnya sering digunakan membuat perlengkapan upacara seperti; katik sanggah cucuk, katik rontek dan penjor. “Dengan demikian Tiying Tabah bisa dikatakan tanaman budaya”.

Masyarakat di bali melestarikan Tiying Tabah karena rebungnya bisa sebagai bahan pangan atau sayuran.  Rebung Tiying Tabah umumnya digunakan untuk sayur kuah, urab atau dipepes (ditambus). Jika rebung dimasak dengan berkuah, konon lebih enak jika dicampur dengan daun kacang panjang, daun melenjo, dan sebagainya.

Tiying Tabah dalam satu rumpun (lingseh) bisa bertahan hidup hingga 100 tahun lebih. Rebung tumbuh musiman. Bisanya rebung mulai tumbuh pada sasih kapaat sekitar bulan oktober dan berlanjut selama tiga bulan. Dalam satu rumpun dengan ukuran sedang, setiap lima hari sekali bisa dipanen kurang lebih 5-7 buah rebung dengan ukuran tertentu dan layak untuk bahan sayuran.

Dari cerita petani di desa-desa, 5 buah rebung cukup untuk sayuran satu keluarga, sekali makan misalnya makan siang atau malam. “Konon tidak akan membosankan jika dimasak setiap tiga hari sekali”.

Jika rata-rata per satu buah rebung harganya Rp. 1000,-, jika dikalkulasikan, maka nilai sayuran dari rebung Tiying Tabah yang dikonsumsi oleh keluarga petani mecapai rata-rata Rp. 100.000,- s.d Rp. 150.000,-. “Mengkonsumsi sayuran tentu tidak harus selalu dinilai dengan uang, yang terpenting adalah terciptanya kesehatan dan ketahanan pangan bagi keluarga petani terjamin.

Sejak 10 tahun terakhir, di wilayah Kecamatan Pupuan Tabanan Bali, Tiying Tabah mulai banyak di tanam oleh petani. Apalagi belakangan rebung Tiying Tabah mulai dilirik oleh pasar luar negeri (diekspor).

Jika dibudidayakan dengan baik tidak menutup kemungkinan rebung Tiying Tabah akan menjadi salah satu produk pertanian unggulan khas Kecamatan Pupuan Tabanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (mn).

 

_______________________

Oleh : I Made Nurbawa

Tabanan, (16/8/2016)

 

Tue, 16 Aug 2016 @11:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+8+2

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?