Manyi, Duang Sigih Satu Bentel

image

 

Panen padi dalam bahasa bali disebut “Manyi”. Mendengar kata “Manyi” berati yang dimaksud adalah panen padi lokal.

Di wilayah Penebel, Tabanan Bali jenis padi lokal lumrah disebut “Padi Taun”, umurnya sekitar lima bulan atau 135 hari. Jika yang dipanen adalah jenis padi baru (PB) masyarakat menyebutnya berbeda, yaitu: “Nigtigan” atau “Manteg”. Padi jenis ini ukuran dan umurnya lebih pendek dari “padi taun” yaitu sekitar 105 hari. Hasil “nigtigan” berupa gabah.

“Jadi sebutan “padi” adalah untuk jenis “padi taun”, sedangkan sebutan “gabah” maksudnya adalah hasil panen padi pendek atau padi baru”. Belakangan banyak orang yang rancu dengan kedua istilah ini.

Panen padi bali menggunakan Ani-ani atau “Angapan” yaitu semacam pisau yang digunakan dengan cara digenggam. Konon “Anggapan”, semakin sering dipakai “manyi’ mata pisaunya akan semakin tajam dan tidak perlu diasah.

Saat melihat orang “manyi”, kita bisa belajar tentang istilah/bahasa lokal tentang ukuran atau satuan jumlah. Misalnya tiga atau “Telung Pejangan” disebut dengan a-“Sigih” sedangkan dua atau “Duang Sigih” disebut dengan a-“Bentel”. Empat atau “Petang Sigih” disebut “a-Seet”. Berikutnya empat atau “Petang Seet” disebut “a-Tegen”. Jadi satu “Tegen” atau “a-Tegen” sama dengan 16 (enam belas) “Sigih”. Satu sigih bertanya kurang lebih 6 kilogram, maka 16 sigih setara dengan 1 kwintal atau kurang lebih 100 kilogram atau dalam istilah lokal disebut “a-Pikul” . Ringkasnya sebagai berikut:

-Pejangan =  1 cekuk (1 genggam).

-Telung Pejangan (3 kali taruh/genggaman )= a-Sigih

-Duang  Sigih (6 pejangan) = a-bentel

-Petang Sigih = a-Seet (satu ikatan besar)

-Petang Seet (4 Seet) = a-Tegen (16 Sigih)

-Enam belas Sigih =  a-Tegen atau a-Pikul ( 1 kwintal atau 100 kg)

Perhitungan diatas semua terkait dengan anggota tubuh, yaitu berawal dari kemampuan tangan memegang tangkai padi yang sudah dipotong dengan ani-ani. Dengan sendirinya jika seseorang panen padi bali, maka secara perhitungan kasar jumlah hasil panen bisa dihitung.

Menurut seorang petani di wilayah Subak Aya Penebel Tabanan,  jika kondisi padi normal, maka per 50 are atau 1/2 Hektar biasanya diperoleh hasil panen padi sebanyak “Selai Tegen” (25 Kwintal).

Ternyata perhitungan dan satuan jumlah terkait dengan padi bali, jika di telusuri lebih jauh, kita akan mengetahui banyak hal seperti luasan lahan, kenyamanan kerja, biaya dan masih banyak lagi disiplin ilmu lainnya. (MN).

 

Oleh: Made Nurbawa (21 Juli 2016)

 

 

 

 

 

Thu, 21 Jul 2016 @22:01


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?