''Jukut Ares Tum Bungkil Gedebong'', dari Pisang Lokal Mengenal Desa

image

Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Bali merupakan kecamatan dengan potensi perkebunan Kopi Robusta terbesar di Bali.  Disamping tanaman Kopi di wilayah Kecamatan Pupuan juga sangat cocok dengan budidaya tanaman Pisang.  Kecamatan Pupuan (data tahun 2010) terdiri dari 14 Desa Dinas, 64 Banjar Dinas dan 24 Desa Pakraman.

Di desa-desa di wilayah Kecamatan Pupuan masih terdapat puluhan jenis pisang lokal. Pisang lokal pada umumnya ditanam /dipelihara masyarakat karena dibutuhkan untuk kepentingan upakara dan upacara.

Misalnya di Desa Belatungan kami mencatat ada 20 jenis atau nama-nama Pisang lokal yang masih ditanam warga hingga saat ini antara lain :

  1. Biu Ketip
  2. Biu Dangsabe
  3. Biu Ambon
  4. Biu Dak Raja
  5. Biu Bawang
  6. Biu Gancan
  7. Biu Gunting
  8. Biu Mas
  9. Biu Susu
  10. Biu Kayu
  11. Biu Lilit
  12. Biu Lumut
  13. Biu Sabit
  14. Biu Geregah
  15. Biu Kapas
  16. Biu Alas
  17. Biu Batu
  18. Biu Kate
  19. Biu Glayung
  20. Biu Tanduk

Beberapa jenis pisang dibagi lagi dalam beberapa jenis, misalnya pisang Mas atau “Biu Mas” dikenal beberapa jenis seperti “Biu Mas Gading” (karena saat masih muda warna kulitnya gading), “Biu Mas Asih” (cepat berbuah tapi rasanya agak masam), dan “Bium Mas Bali” (teksturnya kentel/agak legit). Sebagian jenis pisang lokal tersebut diatas kini jumlahnya mulai terbatas,  karena menurut warga,  pisang lokal tersebut sempat diserang penyakit.

Warga Desa Belatungan hingga kini masih setia melestarikan varitas pisang lokal sebagai tradisi yang diwariskan secara turun temurun.  Bagi sebagian warga, menanam pisang lokal merupakan “kenangan” terhadap para leluhurnya di masa lalu. Jadi mengenali jenis atau nama-nama pisang lokal, maka dengan sendirinya kita juga akan mengenal “desa”. Keragaman dan kelangkaan pisang lokal ini lah kemudian menjadi media komunikasi di desa, warga satu dengan yang lainnya saling bertanya dan mengenal, pisang siapa, dimana dan seterusnya.

Tanananam pisang memiliki manfaat yang lumayan banyak, seperti daunnya  bisa untuk membungkus kue, tum, pesan, atau untuk membuat aled canang dan upakara lainnya. Daun pisang yang bagus untuk pembungkus adalah Pisang Batu atau dalam bahasa lokal disebut “Biu Batu”.

Jantung atau “pusuh“ biu batu enak untuk dijadikan sayur urab dan sayur berkuah.  Sedangkan “batang”-nya yang  muda (batang semu) lumrah digunakan untuk “sayur ares” atau “jukut ares”. Sedangkan batang inti yang sering disebut “bungkil gedebong” enak diolah untuk bahan “tum” atau “pesan”.  Biasanya   “tum bungkil gedebong” lumrah dibuat saat hari Penampahan Galungan. Beberapa jenis pisang, batangnya juga  lumrah dimanfaatkan warga untuk makanan ternak seperti untuk makanan babi dan kambing.   

Dengan beragamnya manfaat tanaman pisang , maka tanamam pisang bisa dikatakan salah satu “tanaman budaya”.  Jika kita lihat dari sisi pengetahuan lingkungan (biodeversity),  maka warga desa Belatungan secara budaya bertahun-tahun secara alami turut melestarikan keanekaragaman hayati khususnya tanaman pisang lokal. (MN).

 

Oleh : Made Nurbawa (Rabu, 20 Juli 2016).

Thu, 21 Jul 2016 @00:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?