PANJI ALAMI BUMI LUMBUNG PADI

image

Jaman dulu “simbul spesifik” alam seperti gunung, bukit, laut, danau, sungai, pohon/tanamam dan sebagainya adalah penanda alami untuk arah pengaturan di mana, dari mana, dan kemana sebuah ruang atau kawasan akan dimanfaatkan. “Pohon ibarat panji-panji kesemestaan di bumi lumbung padi (tabanan)”.

Simbul-simbul itu pun menjadi “sawen” (batas) yang patut diperhitungkan. Dalam perkembangannya sawen jagat itu bukan lagi sekedar “diam” tapi memiliki spirit, energi dan pengetahuan yang harus dihormati dan dilindungi. “Peradaban manusia kemudian menjadikannya nilai, norma dalam beragam kearifan dan pengetahuan budaya lokal”.

Dalam pengetahuan lokal, pohon banyak digunakan sebagai “sawen jagat”. Pohon-pohon itu bisa dijadikan batas dan penentu arah mata angin. Pohon bisa juga untuk batas tepi atau penanda lokasi. Keberadaan pohon juga mengisyaratkan sebuah peristiwa, peraturan dan energy kesemestaan. Keberadan pohon juga sebuah sarana prasara kehidupan (upakara/upacara/Usadha).

Jika didalami lebih jauh banyak nama desa/tempat di “bumi lumbung padi” (Tabanan) dinamai dengan mana pohon seperti pohon Antap, Soka, Tiying Gading, Base, Ganggangan, Buah, Biu, Tunjung, Rangdu/Kepuh dan sebagainya. Kepuh ketinggiannya bisa lebih dari 60 m dan sebagainya. “Konon Bukit Rangda di barat Tabanan berasal dari nama bukit yang ada pohon Rangdu atau Kepuh”.

Lebih jauh jika ditarik garis lurus antara sawen satu dengan sawen lainnya, maka akan terhubung membentuk rangkuman peristiwa. Di balik peristiwa itu lah kemudian terjelaskan sebuah spirit fungsional kearifan tatanan yang terukur dalam kesadaran yang lebih kasad mata seperti; filosofi hulu teben,   asta bumi, tri mandala, tri angga, catur dresta dan sebagainya dalam sebuah bentang alam (palemahan/wewidangan).

Dalam banyak catatan sejarah, cerita rakyat, legenda, mitos dan sejenisnya,   nama pohon yang digunakan menamai wilayah atau tempat, erat hubungannya dengan potensi alam, peristiwa, dan penataan ruang yang ada diwilayah tersebut.  

Kebaradaan dan nama pohon seperti komponen dasar sekaligus simbolik dalam cipta, karsa dan rasa manusia dalam melahirkan produk budaya. Tidak mengherankan batas-batas alam alami itu menjadikan kawasan nampak indah tertata-harmoni-terjelaskan hingga kini.   “Pohon pun adalah simbul kesucian”.

“Pohon-pohon seperti bertutur tinular memberi petunjuk membentuk karya arsitektur dan tutur yang tak mudah luntur”. (MN).

 



 

 

Tabanan, Sabtu, Saniscara Umanis Watugunung

Hari Saraswati, 4/Okt/2014

Made Nurbawa

 

 

 

 

 

 

Tabanan, Saniscara umanis watugunung

Hari Saraswati, 4/Okt/2014

Made Nurbawa

 

 

Sat, 4 Oct 2014 @15:33


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?