SUAKAN : SATU SIGIH DUA PEJANGAN

image

Di Kecamatan Penebel Tabanan Bali petani masih banyak menanam “Padi Taun”. Padi jenis ini berumur kurang lebih enam bulan. Dipanen menggunakan “Angapan” (ani-ani) untuk memotong tangkai buah padi. Dalam jumlah tertentu padi yang sudah di panen diikat dengan tali bambu pada tangkainya. Dengan demikian petani akan mudah menghitung hasil panen dan mudah pula mengangkut menuju rumah atau tempat penjemuran. Ikatan padi harus kuat dan rapi seperti “Tain Kitiran”, yaitu perumpamaan ikatan tali yang serupa dengan bentuk kotoran burung Kitiran.”

Ikatan padi dalam jumlah tertentu memiliki sebutan yang berbeda, ada acekuk atau pejangan, acekel atau depuk, asigih, asibak, dan ategen. Sebutan tersebut ternyata terkait degan jumlah satuan dan tahapan proses saat panen. "Dari satuan tersebut kita bisa juga mengetahui berapa luasan lahan sawah yang di tanami padi oleh petani". Padi dengan kualitas baik biasanya digunakan untuk membuat pembibitan (bulih) untuk musim tanam berikutnya.

“Jika seorang petani membuat pembibitan sebanyak 1 sigih, berarti luasan lahan sawah yang akan ditanami kurang lebih 10 are. Jika 2 sigih berarti 20 are, begitu seterusnya sesuai jumlah satuan ikatan buah padi yang digunakan untuk bibit”.

Berikutnya ada lagi, 1 sigih sama dengan 2 cekuk atau pejangan” dan 4 cekuk/pejangan sama dengan 1 cekel atau 1 depuk. Sedangkan Asibak sama dengan 8 sigih atau 4 depuk. Ategen sama dengan 16 sigih atau setara dengan berat 1 pikul/kwintal. Perhitungan dan satuan diatas mengacu dan disesuaikan dengan ukuran, kekuatan dan kenyamanan tubuh rata-rata (orang dewasa)”.

Ternyata krama subak, sejak dulu sudah menerapkan ilmu Ergonomi, yaitu : ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan dan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya.

Secara budaya kita wajib bekerja berdasarkan kemampuan diri. “Artinya kenyamanan kerja harus berangkat dari kenyamanan diri sendiri terlebih dahulu (sikut dewek) baru untuk kenyamanan bersama. Kenyamanan diri (lahir dan batin) saat bekerja, seungguhnya adalah proses mengenali diri sendiri atau “ke-Aku-an”. Dari sini akan muncul spirit dan kesadaran kerja yang membentuk karakter dan jati diri. Bukan sebaliknya bekerja untuk “Pengakuan”.

Bekerja untuk sebuah “pengakuan” sama saja kita bekerja dengan ukuran tubuh dan pikiran orang lain. Hal tersebut akan memunculkan ambisi yang cendrung menjurus pada sifat ingin berkuasa, menguasai dan mengejar kekuasaan sehingga tidak lagi selaras tubuh (mikro komos) atau selaras alam (makro kosmos). Jika tidak selaras maka tubuh akan kelelahan, kelelahan bisa membuat kita sakit. Tatanan Carik (Subak) ternyata menyimpan banyak pengetahuan dan keterampilan. (MN).

____________________
Minggu, 7/9/2014 (Subak Utu/Ganggangan)
Made Nurbawa

Tue, 9 Sep 2014 @23:51


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+1+2

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?