Mengenang Sejarah Penyiaran Indonesia

image

Sri Mangkunegoro VII dan Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Timur pada tanggal 31 Maret 1927 di Istana Mangkunegara Surakarta mendengarkan siaran langsung radio yang berisi pidato Ratu Wilhemina dari Kota Eindhoven, Belanda. Siaran itu membuat orang yang berada di istana Mangkunegara terkesima.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 28 Desember 1936, Ratu Wilhelmina dan tamu undangan lainnya di Istana Noordiende Belanda, pertamakali mendengarkan siaran langsung radio dari Solo-Indonesia, berupa siaran gamela Jawa untuk mengiringi tarian Budaya Serimpi yang dibawakan oleh Gusti Nurul, putri Sri Mangkunegoro VII. Giliran Ratu Belanda yang terkesima.

Siaran langsung radio ke negeri Belanda bisa dilakukan saat itu setelah terbentuknya sistem penyiaran radio milik bangsa Indonesia yang dirintis oleh Sri Mangkunegoro VII dengan mendirikan Solosche Radio Vereeniging (SRV) pada 1 April 1933 di Solo. Kerja keras tersebut kemudian membentuk organisasi bernama Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK), sebuah asosiasi penyiaran nasional pertama di Indoensia yang berdiri 28 Maret 1937.

Gesang adalah salah satu saksi awal perkembangan penyiaran di Indonesia, sekaligus produk hadirnya SRV di tengah masyarakat. Gesang pertama kalinya mengubah lagunya pada tahun 1934 pada usia 20 tahun. Hadirnya SRV saat itu benar-benar mampu membangkitkan seni dan budaya timur. Gesang dan teman-temannya pada tahun 1930-an adalah pemusik kelas amatir yang berlatih dengan peralatan sederhana dan mendapat kehormatan untuk dapat bersiaran di SRV. Lagu bengawan solo (1940) juga dipopulerkan melalui SRV.  Radio saat itu hadir sebagai pengenalan seni Jawa, tapi secara langsung  juga sebagai bentuk “perang budaya” (barat dan timur).

Banyak pertanyaan tentang sejarah pajang penyiaran di Indonesia dan sempat di bahas dalam Rapat Komisi Penyiaran Indonesia se-Indonesia di Solo pada tanggal 13 Mei 2009 dan kemudian dilanjutkan dalam seminar “deklarasi hari penyiaran” tanggal, 1 April 2010 di solo.

Akhirnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai HARI PENYIARAN NASIONAL (HARSIARNAS). Dan pada 1 april 2014 kali ini, diperingati sebagai HARSIARNAS yang ke-81 (1933-2014). Menariknya 29 tahun setelah terbentuknya SRV di Solo tahun 1933,  akhirnya bangsa Indoensia memiliki sistem penyiaran televisi untuk pertama kalinya, yaitu: dengan berdirinya TVRI pada tahun 1962. Selamat kepada kepada seluruh insan penyiaran Indonesia. (MN)

 

By: Made Nurbawa (1 April 2014)

 

 

Tue, 1 Apr 2014 @21:13


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?