Sepi di Ujung Hari

image

Tidur atau ketiduran dan sering kali terjadi begitu saja tanpa kita sengaja. Tidur adalah kebutuhan dasar setiap orang-juga semua mahluk hidup.  Tidur   dapat menjaga dan memulihkan stamina dan kesehatan tubuh. Tidur juga sebuah moment penting karena seseorang bisa berada dalam alam lain yang penuh misteri-mimpi. Tidur adalah sesuatu yang alami. Karena alami tentu bukan sebuah rekayasa atau keterpaksaan.

Dalam bahasa sosial, tidur sering juga disebut istirahat. Jika seseorang mengatakan saya butuh tidur, berarti sama juga saat seseorang mengatakan saya butuh istirahat.  Istirahat bagi seseorang atau mahkluk hidup adalah sebuah kebutuhan. Kenapa disebut kebutuhan? Bagi seseorang mungkin tidak mudah mengatakan alasannya, tapi yang jelas setelah bangun tidur atau setelah istirahat, badan akan terasa sehat dan segar kembali.

“Jika demikian halnya dapat dikatakan bahwa; semua yang tidur adalah mahluk hidup dan/atau karena mahkluk hidup lah maka butuh tidur.”  

Tidur bisa terjadi saat malam atau siang hari. Manusia umumnya tidur saat malam hari, sedangkan kelelawar tidur pada siang hari.  Saat manusia tidur suasana akan terasa sepi, kalau sepi bisa jadi seseorang sedang tidur. Ketika kebanyakan orang tidur suasana terasa sepi, jalan pun sepi karena kebanyak orang tak melakukan “aktivitas” sosial. Namun bukan berarti tidak ada aktivitas lain.

Saat manusia tak beraktivitas justru mahluk lainlah yang beraktivitas. Misalnya kelelawar terbang mencari makanan, jengkrik malah asik berbunyi  dan masih banyak mahluk yang lain. Begitulah makluk hidup tidur atau beristirahat bergantian, memulihkan stamina, menjaga kesehatan, menjaga keseimbangan jasamani dan rohani, menjaga keseimbangan hidup yang alami.

Menjaga keseimbangan hidup , sejalan dengan filosofi kesadaran hidup orang Bali. Sadar dalam keseimbangan, sadar dalam keberagaman, sadar dalam pergerakan, sadar dalam kebutuhan, sadar dalam pengetahuan, sadar dalam kegelapan, dan seterusnya. Semua berawal dari kesadaran untuk beristirahat tak beraktivitas. Hening sejenak di “nol kilometer”.

Di Bali suasana tersebut kemudian membudaya dalam bingkai filosofi “catur brata” yaitu; empat kesadaran dalam pengendalin diri yang menyebabkan suasana menjadi nampak SEPI. Lama kelamaan popular disebut perayaan “catur brata penyepian” yaitu; sebuah kesadaran bersama manusia Bali diujung hari, untuk menyehatkan semua mahluk hidup dimuka bumi. “Laksana tidur setahun sekali-me”NYEPI”. Selamat merayakan.(MN).

 

Tabanan, 27/3/2014

 

 

 

 

 

 

 

 

Thu, 27 Mar 2014 @02:20


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+1+0

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?