"Harta Karun" Itu Air

image

Di wilayah kabupaten Tabanan terdapat 74 buah sungai/pangkung yang bernama. Total panjang mencapai 719.88 Km dengan total daerah aliran mencapai 693,89 Km2 atau sekitar 82.674% dari 839,33 Km2 luas kabupaten Tabanan. Ada sekitar lima nama sungai dijadikan nama jalan di kota provinsi Bali-Denpasar.   Yeh Ho memiliki daerah aliran (DAS) mencapai luasan 54.85 Km2 - terbesar di Kabupaten Tabanan (RTRWK Tbn, 2013).

Tukad Yeh Ho mengalir sepanjang 35.50 Km. Hulunya berada di kawasan pegunungan-Jatiluwih dan sekitarnya. Mengalir menuju samudera Indonesia di selatan bermuara di wilayah Desa Beraban selemadeg timur. “Pantas saja moyang dimasa lampau menjadikan tanah Tabanan sebagai sawah yang kini menjadi salah satu ikon peradaban budaya Bali dalam tatanan makro dan mikro kosmos Subak”.

Sumber daya air Tabanan saat ini masih mampu mengairi sawah seluas 22.388 Ha. Menghasilkan 222.706   ton gabah kering giling setara 25,73% dari total produksi gabah provinsi Bali 865.554 ton (BPS, 2013). Jika harga gabah kering giling @Rp, 3500,-saja maka nilainya ekonominya mencapai ratusan milyar rupiah.

Sejak jaman belanda sumber daya air (sungai, mata air, pancuran, air tanah, dsb) beberapa sudah disalurkan menjadi sumber air bersih rumah tangga. Kini ada PDAM dan beberapa perusahaan air kemasan dengan berbagai merk. Nilai ekonomisnya sangat besar. Misalnya; air kemasan gelas per 1 dus seharga Rp.19.000,- dengan konsumsi rata-rata 1.000 dus per hari dan konsumsi air galon dengan isi ulang @Rp. 12.000,- sebanyak rata-rata 1.000 galon per hari, maka nilai ekonomis air kemasan mencapai Rp. 11.160.000.000,-  per tahun. Saya yakin bisa lebih.

“Sumber daya air Tabanan benar-benar “HARTA KARUN” yang tak ternilai.   Menghidupi banyak jiwa hingga ke kabupaten lain di Bali.” Kebijakan politik apa pun hendaknya selalu menghormati dan melindungi keberlanjutan sumber daya air di Tabanan.   Sumber daya air adalah tulang punggung ketahanan pangan, budaya dan juga sosial politik. “Jangan sampai pertanian terpuruk, ketahanan pangan ambruk-Bali struk”.

Lebih jauh dalam spirit penghormatan hak-hak lokal dan otonomi daerah yang belakangan ramai diwacanakan dalam semangat UU Desa 2014. Pengaturan daerah seharusnya membuka “ruang otonom” untuk menentukan parameter lokal terhadap pertumbuhan dan kemiskinan di wilayahnya. Misalnya dengan parameter budaya, kualitas lingkungan, ketahanan pangan, ketertiban dan sebagainya. Sehingga tidak terjebak pada angka-angka persentase pertubuhan ekonomi akuntansi global.

Sebagai perbandingan pertumbuhan ekonomi Tabanan sebesar 5,85% (Th 2011) sementara tingkat kemiskinan sebesar 5,62% (th 2013)-hanya selisih 0,20% saja atau   masih dijumpai 23.162 rumah tangga sederhana. Mengutif istilah Setyo Budiantoro dalam kompas 12 pebruari 2014, jangan sampai terjadi “pertumbuhan ekonomi tanpa pembangunan”.

Jangan sampai suatu saat nanti APBD terkuras untuk biaya operasional pengolahan air limbah untuk pasokan air minum.   Hanya karena gara-gara kemuliaan air –“harta karun”- jagat Tabanan tidak dilestarikan dan dikelola bijak lagi. (MN).

 

 

Made Nurbawa dan Tim

Tabanan, 18 Peb 2014

 

 

 

Tue, 18 Feb 2014 @09:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+1+5

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?