Desa Belatungan : Mengenang Jejak Gerilya Ciung Wanara

image

Disamping sebagai lumbung beras, Tabanan terkenal peristiwa dan sejarah kepahlawanan perang kemerdekaan. Paska Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, di Bali perang kembali meletus karena hadirnya tentara Belanda NICA. Pasukan NICA ini mendapat perlawanan sengit dari pasukan Ciung Wanara yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Perang pun dilakukan secara bergereliya  melewati beberapa desa dan belantara di pelosok Tabanan.

Jejak Petualangan (Jelang) kali ini mencoba menelusuri beberapa peristiwa. Salah satunya pertempuran pasukan Ciung Wanara di Desa Belatungan, Kec. Pupuan Tabanan. Desa ini berada di bagian barat Tabanan berbatasan dengan Kab. Jembrana dan Buleleng. Saat pertempuran terjadi, jalan di desa ini masih jalan tanah dengan rimbun kebun dan belantara hutan lindung “batu kauhan-Jimbarwana”.

Di Desa Belatungan berdiri tugu pahlawan, dibangun dan diresmikan pada tanggal 17 April 1992 oleh I Ketut Sundria Bupati Tabanan waktu itu. Di bagian sisi tugu terdapat prasasti yang bertuliskan jejak peristiwa lama, yaitu:   “Telah terjadi peretempuran pada tanggal 8 Agustus 1946  200 meter utara pura puseh. Pejuang yang luka antara lain : 1). Kasan Leo (ALRI) 2). I Made Kanca ( Pemuda Republik Indonesia) 3). I Dewa Putu Renteg ( Pemuda Republik Indonesia) dan 4). I Dewa Ketut Rai (ALRI).”

Prasasti di sisi lain tertulis: “Penggranatan NICA oleh pasukan Pemuda Republik Indonesia (PRI) tanggal 15 Juli 1946 di Banjar Bangal (selatan desa-red) Gugur: Bagus Wayan Mudera 1946 (tanggal dan bulan tidak tercatat).”

Nampaknya dalam kurun waktu tersebut telah terjadi beberapa pertempuran, hingga meletus perang Puputan Margarana, 20 Nop 1946. “Tercatat pula dalam prasasti sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa  Yaitu: 1). Dewa Putu Landera (Gugur 15-7-1946), 2). I Dewa Made Oka (Gugur 15 -7-1946), 3). I Dewa Ketut Guwer ( Gugur 26-12-1946),  4). Sahdan (ALRI ) Gugur Juli 1946 dan 5). Sa’im (ALRI) Gugur 15-7-1946.”

Peristiwa itu kini sudah berlalu, namun   spiritnya masih terasa hingga kini. “Jelang” mencoba mengungkap dan memaknai kembali bentuk kecintaan para pemuda Tabanan di jamannya. (MN).

 

By : Made Nurbawa, 25 Des 2013

 

 

 

Wed, 25 Dec 2013 @17:18


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+5

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?