Uma Wali : Mengalami Alami Jalan Mula

image

Ciri khas masyarakat Subak meyakini semua yang ada berjiwa. Jiwa-jiwa yang saling melengkapi dan berhubungan satu sama lain. Kemudian terangkum dalam sebuah tatanan kehidupan yang harmoni dan seimbang.

Dijaman lampau leluhur kita memahami hukum alam salah satunya dari sifat dan denyut air. Mulai dari air yang mengalir membasahi bumi, menguap dan jatuh lagi menjadi hujan. Gerak air itu kemudian memberikan pengetahuan bagaimana seharusnya beradaptasi dengan alam. Juga bagaimana komponen alam di semesta raya ikut berpengaruh. Sehingga menjadi pola hubungan yang maha indah, suci dan membangun sebuah kehidupan dan peradaban yang berbudaya. Menciptakan aturan dan keteraturan untuk kemuliaaan dan kesejahteraan semua kehidupan.

Umawali Subak Ganggangan photo umawali2.jpg

Kini, dijaman modern ini. Orang melangkah dan berpikir begitu cepat. Tak sempat lagi merenung dan memilih jalan sunyi. Sunyi bukan berarti diam, tapi sebuah bentuk refleksi untuk menemukan yang sebenarnya. Dari dunia yang nampak maya, menuju dunia yang nyata.

Untuk itu krama “subak adat”- Gangangan Br. Pagi bersama komunitas Talov dan masyarakat peduli lainnya akan berpartisiasi dalam sebuah perayaan yaitu : “Perayaan UMA WALI”. “Uma Wali adalah sebuah gagasan dari pemikiran kekinian, untuk menemukan kembali hakekat masa lampau yang abadi, nyata dan memberi pengaruh mendasar bagi kehidupan sekarang, terutama tentang denyut air dan bumi yang alami”.

Uma Wali mengandung arti “Kesawah Kita Kembali”, sebuah ajakan bagi semua orang untuk kembali meyakini keagungan spirit bumi pertiwi. Juga mengingkatkan, ketika kita mungkin sudah melupakan hakekat sawah yang sebenarnya, terutama bagi mereka yang masih makan nasi dan pangan lainnya.

Umawali Tabanan Ricefield Festival photo umawali1.jpg

Uma Wali, akan digelar dalam bentuk “perayaan sawah”, sebuah aktivitas dan kreativitas budaya pertanian padi sawah (Subak) dengan beragam "atraksi mengalami yang alami”. Berkunjung ke sawah melihat warga manyi (panen) padi, sambil mengenali atraksi dan tradisi desa juga tentang tatanan kehidupan dalam pengelolaan dan penghormatan bumi. 

“Uma Wali dari Tabanan kita kembali mengenali “kedaulatan pangan” yang semakin sepi di pulau Dewata –Bali”.

 


Selasa, 29   Okt 2013.
By: Made Nurbawa

 

Sun, 3 Nov 2013 @22:34


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?