Demokrasi Rumpun Padi

image

Pagi itu di tepi “Temuku”. Nampak air mengalir dari hulu. Bergerak membasuh bumi menggenangi Uma- berundag indah.  Air pun terus mengalir. Memenuhi petak uma berumpun padi.   Nampak air meninggi lalu tumpah ke petak Uma di bawahnya. Begitu seterusnya atas seijin “Pundukan” yang membatasi.

Bagi si rumpun  padi di petak uma utama, air itu ibarat jiwa menyusui. Air itu pun ibarat  rejeki menghidupi. Si rumpun padi di petak uma utama sangat menyadari. Mengambil “rejeki” lebih tak akan ada gunanya.  Ia hanya butuh rejeki secukupnya.   Semua  sudah ada batas-batas alami ilahi.  “Mengambil lebih membuatnya tenggelam lalu mati.   Oleh karenanya, ia pun tak ragu memberi si rumpun padi di petak uma berikutnya.

Nampak jelas, “Demokrasi Rumpun Padi” terjadi. Rejeki terbagi selaras dibawah kendali “Temuku” dan “Pundukan”.   Dari hulu ke hilir. Berjalan pasti, teratur dan tak perlu janji-janji. Demokrasi yang menghidupi sesamanya, juga makhluk lain, seperti : kakul, kelipes dan juga memeri petani. “Benar-benar bebas, terbatas dan terkendali.”

Demokrasi rumpun padi, benar-benar melahirkan “Sunyi”. Sunyi yang disadari. Bukan karena keterpaksaan, tapi sebuah pengetahuan dan kesadaran nurani, bahwa demokrasi bukan lah sebatas “kegaduhan” yang tak berarti. (MN).

 


Tabanan, (20/4/2013)

 

Wed, 30 Oct 2013 @23:23


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+8+6

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?