Sawen Sawen Jagat : Refleksi Hukum Adat Bali

image

Ketika saya melintas dekat sawah itu, saya melihat batang kayu laksana tongkat. Diujungnya diikat sehelai daun pandan. Sebelumnya, ditempat lain ada juga rupa berbeda yaitu; sebatang kayu di ikat dengan helai janur kuning atau pelepah enau.

Batang kayu itu ditancabkan di sudut batas dekat “Temuku” (pembagian air Subak) sawah-sawah warga. Penampakannya jelas berbeda dengan benda dan tanaman di lingkungan sekitarnya. Tongkat itu sungguh menarik perhatian orang yang lewat dan mengerti. Menjelaskan sebuah peristiwa diwaktunya. Laksana bahasa simbul yang sederhana penuh makna. Kata orang, itu adalah “SAWEN” yaitu “penanda” atau “pengingat”, yang masih digunakan hingga kini dalam budaya dan tradisi Adat dan Subak di Bali.

SAWEN memang nampak sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya Sawen menjadi simbul sebuah hukum atau aturan baik dalam komunitas adat atau Subak. Sawen pun bisa dikatakan sebagai “penanda” dan atau sebuah hukum adat yang kerap lebih dihormati dan diyakini. Mudah dimengerti oleh orang-orang biasa dan sederhana.

Sawen dibuat dalam bentuk berbeda sesuai kebutuhannya, bisa bermakna tahapan kerja. Misalnya, Sawen dipasang sebagai “penanda atau pengingat” bahwa sawah ini siap ditanami, jangan di ganggu. Begitu juga Sawen ada yang dipasang di pinggir jalan. Bisa berarti dan menjelaskan; “hati-hati ada upacara adat”. Ada juga dipasang ditempat-tempat khusus, bisa berarti “tidak boleh lewat atau menginjaknya”. Begitu seterusnya Sawen dalam bentuk dan peristiwa yang berbeda memiliki arti yang berbeda.

“Jika Sawen adalah penanda atau pengingat, patut kita tanyakan penanda apa? Pengingat tentang apa?” Dari sini saya menemukan bahwa; Sawen bukan sekedar tongkat biasa atau simbul-simbul tak bermakna.

“Ternyata dari Sawen ini saya melihat bait-bait hukum atau aturan adat di Bali”. Hukum atau aturan yang memiliki kekuatan sksekusi, delik maupun sanksi. Bahkan jauh lebih dihormati dan disegani dari pada pasal-pasal dalam aturan hukum Negara yang kerap dibuat seperti “sinetron kejar tayang”.

“Sawen boleh lah kita sebut sebagai penanda atau pengingat buatan tangan-tangan manusia”. Jika demikian halnya berarti masih banyak Sawen-Sawen “alami” lainnya, seperti : Gunung, bukit, hutan, kayu besar, batu, danau, sungai, laut, hamparan dan sebagainya.

Dari Sawen alami itu lah kemudian tercipta sebuah norma, etika dan cara. Membudaya menjadi sebuah “aturan jagat tak tertulis” (hukum tak tertulis) masyarakat adat di Bali. Diyakini, ditaati dan dihormati. Sebuah rujukan untuk mengatur prilaku manusia dalam mengelola alam yang selaras alam (Subak). Kemudian lahir hukum adat turunannya, seperti ; konsepsi “Rerahinan- Wewarigan-Pawongan”, “Hulu –Teben” (Hulu –hilir), “Kiwa Tengen” (kiri-kanan), “Tri Mandala” (tiga status daalam wilayah), “Tri Angga” (Tiga pembagian wujud tubuh dalam bentuk-Kepala, badan dan kaki), “Tri Hita Karana” (Jiwa-jiwa relasi manusia dengan manusia, alam dan Tuhan), Tatwamasi dan masih banyak yang lainnya. Semuanya demi sebuah harmoni dan keseimbangan jagat “buana alit” (mikro kosmos) maupun “buana agung” (makro kosmos). Sehat jasmani dan rohani (sejahtera).

Lebih jauh jika Sawen adalah hukum adat yang memiliki sanksi, dan jika Sawen kini telah banyak di langgar dan diingkari, lalu seperti apakah alam akan memberi sanksi? Atau jangan-jangan sangksi itu sudah terjadi, cuma kita tak pernah merasakannya. Bukan karena Sawen buatan maupun Sawen alami tak berfungsi, tapi karena kita sudah tak meyakininya lagi. Ditutup dan dikaburkan oleh Sawen-Sawen hedonis di layar televisi dalam “Iklan dan Pariwara” konsumsi-terkapitalisasi dan melibralisasi. Dikapling dan di alih fungsi.(MN).


Tabanan, 25 Sept 2013
Renungan bulan lalu, saat menuju bumi Br. Pagi-Subak Ganggangan Penebel Tabanan Bali.

 

 

 

Wed, 25 Sep 2013 @16:32


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+9+8

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?