Belajar Bank Sampah di Cemara Pangkung

image

Persoalan sampah adalah tanggungjawab produsennya, sehingga setiap orang wajib melakukan pengelolaan sampah jika mereka turut andil dalam melakukan timbulan sampah. Namun semakin padatnya pemukiman dan sempitnya lahan kosong di perumahan perkotaan, maka pengelolaan sampah rumah tangga membutuhkan jasa orang/badan lainnya. Kondisi itu akhirnya memunculkan istilah “Jasa Lingkungan” dalam pengelelolaan sampah. Sampah bukan lagi hanya tanggungjawab pemerintah, tapi semua warga masyarakat (UU No.18/2008 tentang Sampah).

Diperkirakan per orang menghasilkan sampah per hari rata-rata 1 liter (kira-kira satu ember kecil), baik sampah organic (alami) dan anorganik seperti plastic, kaleng dan sebagainya.  Kecamatan Tabanan dan Kediri adalah dua kecamatan yang memiliki volume sampah terbesar di Kabupaten Tabanan. Tahun 2012 volume produksi sampah di kecamatan Tabanan mencapai 78.755 M3 sementara yang bisa ditangani hanya 65.031 M3. Kecamatan Kediri volume produksi sampah mencapai 70.471 M3 yang bisa ditangani hanya 53.107 M3 (DKP,2013 Tabanan).

Melihat gambaran diatas maka pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah oleh pemerintah daerah termasuk masyarakat. Bukan saja dalam hal memindahkan,  tapi bagaimana pengelolaan sampah dapat memberikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat secara luas. Mengingat masing-masing wilayah memiliki potensi yang berbeda baik kendala, jenis, maupun volume sampah, maka penting untuk melakukan audit lingkungan untuk mementukan teknis, pembiayaan dan model-model pengeloaan yang terbaik.

Disamping aspek teknis, aspek regulasi (aturan) juga sangat berpengaruh dalam optimalisasi pengelolaan sampah perkotaan. Mulai dari soal tata ruang, perijinan, transportasi, sosial budaya dan sebagainya. “Ada kecendrungan saat ini di kota Tabanan semakin sulit untuk mencari lahan kosong untuk pembuatan bak penampungan sampah sementara, apalagi lahan luas untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Berangkat dari hal tersebut, kini pemerintah Tabanan terus mendorong terbentuknya Bank Sampah sebagai salah satu model pengelolaan sampah swakelola (berbasis peran masyarakat). Termasuk aspek regulasi berupa Perda Kabupaten (2013) tentang Pengelolaan Sampah.

Pada tahun 2012 di Tabanan sudah mulai bermunculan bank sampah, seperti di wilayah desa Penatahan Penebel dan juga di beberapa banjar dan perumahan di kota Tabanan. Walaupun masih dalam sekala kecil namun inisiatif ini bisa dikatakan sebagai langkah baru dan strategis dalam pelibatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah swakelola sesuai dengan potensi wilayah.

Sejauh mana geliat bank sampah di kota Tabanan? saya sempat berkunjung ke “Cemara” yaitu; salah satu bank sampah yang berada di banjar Pangkung Desa Delod Peken Tabanan. Menurut salah satu Pengelola bapak I Nengah Suarta,”Bank Sampah Cemara dirintis sejak tahun 2012 dan kini sudah memiliki nasabah beberapa warga sekitar dan 3 sekolah yaitu:  SD 4, SD 6 Delod Peken dan SMPN 2 Tabanan. Tujuan pengelolaan sampah adalah pengurangan sampah, penanganan, pemanfaatan, peningkatan kapasitas dan pengembangan kerjasasama dengan pihak-pihak terkait,”terangnya.

“Cemara” berarti tidak cemar.  Nama “Cemara” juga diinspirasi dari nama Pohon Cemara Pandak (Dacrycarpus imbricatus), yaitu tanaman khas Tabanan, Bali, yang saat ini sudah langka. Habitat aslinya ada di kawasan hutan Watukaru, imbuh pak Suratha.

Bank Sampah Cemara sejak awal pembentukan hingga kini didukung oleh Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Cemara Tabanan. Mekanisme kerjanya yaitu: mengumpulkan sampah anorganik kemudian ditabung di bank sampah, dicatat dalam kartu, pemilahan dan penjualan ke pengepul. Keuntungan kemudian digunakan untuk operasional dan nasabah. “Kita pun bisa belajar jenis sampah anorganik serta manajemen operasionalnya. Lumayan sederhana.”

Atas dukungan dan binaan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, Bank sampah Cemara juga melakukan langkah sosialisasi dan pembinaan ke beberapa warga dan banjar-banjar yang ada di Kota Tabanan. “Semoga saja dari Cemara Pangkung, muncul lagi Cemara Cemara lainnya.” (MN).

 

 

 Tabanan, 21 September 2013

By: Made Nurbawa

 

Sat, 21 Sep 2013 @12:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?