Bikul dan Padi

Dibanyak tempat, sudah lumrah kita dengar tanaman padi "diserang" tikus (bikul). Petani pun merugi. Di Banjar Pagi-Senganan, seorang kawan pegiat pertanian padi alami menjelaskan, konon tanaman/buah padi bukan makanan utama bikul. Kalaupun di makan, tidaklah sebanyak yang kita bayangkan. Bikul konon hanya doyan mengerat tanaman padi akibat giginya yg "gatal". Dijelaskan, budaya pertanian yg berubah juga salah satu faktor mengapa serangan bikul sering menggila.

Kini, budaya pengendalian hama (mrana) sudah berubah menjadi budaya pembasmian hama." Anehnya, semakin diniatkan untuk dibasmi, populasi bikul di waktu-waktu tertentu tetap banyak. Jadi penting bagi petani untuk mengenali kembali keseimbangan ekosistem di lingkungan sawahnya masing-masing. Konon, menanam ubi di pinggir atau beberapa bagian sawah sangat penting untuk pengendalian hama tikus. Hilangnya budaya lama yang alami di bidang pertanian, ternyata berbading lurus terhadap "prilaku" beragam hama padi belakangan ini.

"Jadi sektor pertanian tidak benar hanya soal "Budidaya", tapi yang lebih penting adalah soal keyakinan "Budaya" yang alami. Ternyata, hama harus dikendalikan dengan cara-cara mulia dan luhur.(MN).

Tabanan, (3/9/2013)

 

Fri, 13 Sep 2013 @23:47


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Made Nurbawa

0818557532


Selamat Datang di Website
Made Nurbawa yang berasal dari Tabanan Bali.
Kategori
Komentar Terbaru
Facebook Made Nurbawa

Kalender

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?